Rabu, 24 Jul 2019 17:23 WIB

Jadi Menu Pertemuan Prabowo-Mega, Nasi Goreng Kalorinya Bikin Gendut!

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Nasi goreng memang enak sih, tapi hati-hati kalorinya tinggi lho! (Foto: Dok. PDIP/Istimewa) Nasi goreng memang enak sih, tapi hati-hati kalorinya tinggi lho! (Foto: Dok. PDIP/Istimewa)
Jakarta - Nasi goreng menjadi menu santapan utama dalam pertemuan politik Megawati dan Prabowo hari ini. Pakar nutrisi mengingatkan, karlorinya cukup tinggi dan bisa bikin gemuk kalau disantap terlalu sering.

Kerap dijadikan menu sarapan, nasi goreng juga banyak mengandung lemak jenuh yang merupakan sumber berbagai penyakit. Karena itu, disarankan nasi goreng cukup disantap sesekali saja.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Titi Sekarindah MS, SpGK menyebutkan beberapa risiko bila terlalu sering mengkonsumsi nasi goreng.

"Kalau dikonsumsi terus-terusan kan kalorinya tinggi. Nasi goreng pasti pakai minyak, kalau ditambah kalorinya dari minyak dan minyak digoreng terlalu panas takutnya timbul radikal bebas. Itu yang ditakutkan," ujar Titi saat dihubungi detikHealth, Rabu (24/7/2019).



Kalori yang berlebih dari nasi goreng bisa hadir dari minyak dan bahan tambahannya, semisal cumi, udang, dan telur yang juga memicu kolesterol tinggi. Efeknya dapat berupa kegemukan, sakit jantung, bahkan kanker.

Tapi tenang, nasi goreng tidak berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Titi menyebut efek negatif nasi goreng bisa diatasi dengan menambahkan bahan pangan yang sehat.

"Kalau mau lebih sehat pakai sayuran, biasanya wortel atau kol iris tipis, kacang polong, atau kemangi," katanya.

Alternatif lain agar nasi goreng aman dikonsumsi adalah dengan mengganti minyak goreng biasa menjadi minyak zaitun atau minyak kanola. Keduanya punya manfaat untuk menurunkan kolesterol jahat.



Simak Video "Menggemuk Saat Puasa? Mungkin Ini Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed