Rabu, 24 Jul 2019 18:43 WIB

Saran Dokter Gizi Agar Nasi Goreng Tak Bikin Kolesterol Melonjak

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Nasi goreng jadi menu pilihan dalam pertemuan politik Prabowo dan Megawati (Foto: Dok. PDIP/Istimewa) Nasi goreng jadi menu pilihan dalam pertemuan politik Prabowo dan Megawati (Foto: Dok. PDIP/Istimewa)
Jakarta - Nikmatnya nasi goreng memang menggoda sampai-sampai jadi menu pilihan dalam pertemuan politik Prabowo-Mega. Meski enak, ternyata nasi goreng juga menyimpan risiko dari minyak dan bumbu-bumbu terutama garamnya.

Minyak maupun lemak, tentu berhubungan dengan kolesterol. Demikian juga garam, sejak lama dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi.

Menurut dokter spesialis gizi klinik dr Titi Sekarindah MS, SpGK menyantap nasi goreng sebenarnya tetap aman jika memperhatikan hal berikut.



1. Hindari Seafood
Nasi goreng memang lezat bila diberi lauk seperti cumi, udang, ikan, atau kepiting. Faktanya, olahan hasil laut mengandung kolesterol yang tinggi. Sebaiknya konsumsi dalam jumlah yang tidak berlebih.

2. Perbanyak Sayuran
Sayuran dapat ditambahkan pada nasi goreng untuk mengimbangi efek negatif minyak saat menggoreng. Kamu bisa tambahkan sawi, kacang polong, kemangi, wortel iris, atau kol iris ke dalamnya. Acar dan timun juga bisa ditambahkan.

3. Minyak Zaitun dan Minyak Kanola
Jika biasa membuat nasi goreng dengan minyak bekas atau minyak kelapa biasa, gantilah dengan minyak zaitun atau minyak kanola. Keduanya punya kemampuan menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Mengonsumsi nasi goreng juga aman bila mengurangi kalorinya, yakni tidak terlalu banyak menggunakan minyak serta mengontrol banyaknya lauk yang dipakai. Sarapan pun jadi lebih sehat tanpa khawatir dengan efek negatifnya.



Simak Video "Jelang Idul Adha, Hati-hati Bahaya Kolesterol Mengincar!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed