Jumat, 26 Jul 2019 11:08 WIB

BAB Sembarangan Picu Stunting, Begini Kaitannya

Kintan Nabila - detikHealth
Masih banyak warga yang tidak punya jamban (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Masih banyak warga yang tidak punya jamban (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya korelasi antara stunting atau tumbuh pendek pada anak dengan sanitasi. Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) berkontribusi pada asupan nutrisi yang tidak optimal.

"Kesannya di jamban tapi larinya ke sumber air juga," kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, ditemui di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/7/2019).



Menurut dr Imran, 24 persen dari jumlah 65 juta kepala keluarga masih melakukan BABS di jamban yang saluran pembuangannya salah. WC dengan septic tank yang tidak disedot secara rutin dengan baik, memungkinkan terjadinya kebocoran yang mencemari air tanah.

Secara nasional, sekitar 1 di antara 3 anak di bawah usia 2 tahun mengalami masalah stunting atau tidak tumbuh optimal. Banyak faktor yang berpengaruh, mulai dari asupan nutrisi dan pola asuh.

"Pola asuh, bagaimana ibu merawat janin sampai anaknya balita. Lalu air bersih dan sanitasi terkait tercemarnya air untuk minum dan makan," jelas dr Imran.



Simak Video "Jangan Lewatkan Sarapan untuk Kebutuhan Gizi Kamu"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)