Jumat, 26 Jul 2019 15:40 WIB

Polisi Tembak Polisi, Marah Tak Terkontrol Bisa Jadi Tanda Gangguan Jiwa

Firdaus Anwar - detikHealth
Emosi sering tak terkendali bisa jadi tanda gangguan kejiwaan. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna) Emosi sering tak terkendali bisa jadi tanda gangguan kejiwaan. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta - Kasus polisi tembak polisi di Depok membuat heboh. Brigadir Rangga Tianto diketahui menembak mati Bripka Rahmat Efendy karena terbawa emosi saat terlibat cekcok penangkapan seorang pelaku tawuran berinisial FZ.

Doter jiwa dari RS Siloam Bogor menyarankan orang-orang yang merasa kesulitan mengendalikan emosi untuk segera berkonsultasi pada profesional. Tujuannya untuk tahu cara manajemen marah dan menghindari dampak negatifnya.

"Beberapa gangguan kejiwaan seperti gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan zat, skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, juga memiliki tanda dan gejala marah yang tidak terkontrol," kata dr Lahargo dalam pesannya kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).


"Marah yang terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu. Lakukan anger management (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yang merugikan," kata dr Lahargo.

Diberitakan sebelumnya, Brigadir Rangga menembak mati Bripka Rahmat karena emosi. Keduanya terlibat cekcok atas penangkapan pelaku tawuran berinisial FZ yang ternyata adalah keponakan Brigadir Rangga.



Simak Video "Dari Kacamata Psikolog Soal Pedangdut dan DJ Sering Dicap Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)