Sabtu, 27 Jul 2019 13:00 WIB

Efektifkah Tanam Pohon untuk Kurangi Polusi Udara di Jakarta?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Tanaman lidah mertua yang dianggap mampu tangkal polusi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Pagi ini, Jakarta menempati urutan kedua kota paling berpolusi sedunia dengan Air Quality Index (AQI) berada di sekitar angka 167. Meski turun peringkat, kualitas udara di Ibu Kota Republik Indonesia ini masih masuk dalam kategori tidak sehat.

Banyak orang yang beranggapan menanam tanaman tertentu atau pohon diklaim bisa mengurangi dampak dari udara yang telah tercemar. Benarkah demikian?

"Nanem pohonnya di mana dulu. Kalau di tempat yang banyak debu kayak di pinggir jalan ya podo wae (sama saja)," kata Peneliti Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan Universitas Indonesia, Dr Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSC, kepada detikHealth, Jumat (26/7/2019).


Lebih lanjut, Dr Budi mengatakan jika menanam pohon jauh dari sumber pencemaran dan angin di area tersebut cukup kencang untuk bisa mencairkan udara dengan baik, maka pohon tersebut baru dianggap bisa memberikan oksigen yang bagus.

"Tapi ya meskipun tempat tinggi polusi, kalau ada pohon lebih baik," pungkas Dr Budi.

Sebelumnya, dalam rangka mengurangi polusi udara Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta akan membagikan tanaman hias lidah mertua yang dianggap memiliki kemampuan menyerap berbagai gas polutan berbahaya.

"Salah satunya memang lidah mertua itu, yang paling bagus untuk menekan polutan udara. Arahan dari Pak Gubernur, melalui pak kepala dinas. Kami akan menyiapkan nanti mulai Agustus kami menyiapkan di gerai-gerai," kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati kepada detikcom, Minggu (21/7/2019).



Simak Video "Waspada! Polusi Udara Juga Bisa Terjadi di Dalam Ruangan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)