Minggu, 28 Jul 2019 08:31 WIB

Harga 'Miring' Bikin Pasien Diabetes Tergoda Beli Obat Palsu

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi obat palsu (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Peredaran obat palsu kembali terjadi. Obat generik dikemas menjadi menjadi obat bermerk sehingga bisa dijual lebih mahal, yang dilakukan juga pada obat kadaluwarsa. Sebanyak 197 apotek di kawasan Jabodetabek menjadi korban pelaku yang menggunakan modus repackaging tersebut, yang dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Jaya Karunia Investindo (JKI).

"Produk yang dipalsukan kebanyakan untuk pengobatan jangka panjang yang perlu waktu bertahun-tahun. Misal obat untuk penyakit diabetes dan yang mengalami masalah kardiovaskuler," kata Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang pada detikHealth, Rabu (24/7/2019).

Prof Dr dr Pradana Soewondo, SpPD-KEMD, ahli diabetes dari RS Premiere Jatinegara, mengakui ada kaitan antara pemakaian jangka panjang dengan risiko pemalsuan. Harga obat diabetes yang bermerek disebutnya cukup mahal, sedangkan pemakaiannya memerlukan jangka panjang.

"Jadi ada kecenderungan pasien mencari akses untuk obat yang lebih ekonomis walaupun risiko keamanan keasliannya kurang terjamin. Tentunya kalau kita membeli di apotik terstandard lebih aman. Tapi harganya umumnya 30 persen lebih mahal," kata dr Pradana, sapaannya, kepada detikHealth.



Sehingga konsumen akan menjadi sasaran empuk para pemalsu obat, dan tentunya yang dirugikan adalah para pasien yang benar-benar membutuhkan obat. Sementara, dr Pradana menyebut harga obat generik untuk diabetes mellitus ditambah hipertensi dan anti lipid berkisar antara 200 ribu hingga 300 ribu rupiah.

Peredaran obat palsu sebetulnya bukan kasus baru yang kerap terjadi di masyarakat. Dalam kasus ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan telah membekukan izin operasional PBF PT JKI. Dalam siaran persnya, BPOM juga merekomendasikan pencabutan izin PBF PT JKI pada Kementerian Kesehatan. Pelaku yang merupakan pemilik PBF PT JKI dan produsen obat palsu sempat terkena kasus serupa pada 2018.



Simak Video "Hati-hati! Obat Penyakit Diabetes Paling Banyak yang Dipalsukan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)