Senin, 29 Jul 2019 12:36 WIB

Jangan Sepelekan Tersedak, Begini Pertolongan Pertamanya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi tersedak. Foto: shutterstock Ilustrasi tersedak. Foto: shutterstock
Jakarta - Tersedak mungkin jadi hal kecil yang sering diabaikan orang banyak. Namun justru 'hal kecil' tersebut bisa berujung berbahaya hingga akibatkan kematian, seperti dialami seorang bocah usia 8 tahun asal Blitar.

Dilaporkan detikcom, bocah tersebut tersedak saat makan jajanan sempol. Keluarganya mengaku korban memiliki kebiasaan makan terburu-buru. Saat akan mendapatkan perawatan di rumah sakit, bocah bernama Moh Adil Fikri Amruloh menghembuskan napas terakhirnya.

Situs Health Line menyebutkan tersedak termasuk salah satu penyebab kematian tidak sengaja yang cukup tinggi. Tersedak merupakan kondisi di mana ada bedna asing yang menyumbat saluran napas dan membuat mereka tak bernapas.

Beberapa waktu lalu, Dr dr Fauziah Fardizza, SpTHT-KL (K), konsultan bedah kepala leher dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa kasus tersedak adalah kasus emergensi atau gawat darurat. Segala macam benda asing atau makanan yang menyumbat saluran napas harus segera dikeluarkan agar tidak berisiko membahayakan nyawa nantinya.


dr Ezzy, sapaannya, menyebut selain benda asing, beberapa kasus tersedak pada anak juga bisa disebabkan oleh makanan seperti jeli atau bakso yang bisa langsung menyumbat jalan napas total. Penanganan pertama bisa dilakukan untuk mencegah hal buruk terjadi.

Penanganan pertama pada orang tersedak bisa dengan segera mengirimkan ke IGD terdekat. Namun, dr Ezzy melanjutkan, seringkali kita refleks menepuk-nepuk punggung orang yang tersedak makanan ketika mereka batuk padahal sebenarnya seharusnya tidak boleh.

"Sebenarnya proses batuk itu bertujuan mengeluarkan cairan benda asing yang masuk atau menyenggol saluran pernapasan, jadi batuk itu proses proteksi jalan napas, tidak boleh dihentikan ketika orang tersedak. Teknik Heimlich Maneuver juga bisa digunakan sebagai teknik jika tersedak dengan kondisi sumbatan total pada saluran napas," tuturnya kepada detikHealth.

Teknik heimlich maneuver sering juga disebut abdominal thrust. Teknik ini mengangkat diafragma kita dan melemparkan udara dari paru-paru kita, sehingga menyebabkan benda asing juga bisa terlempar dari saluran napas. dr Agus Subagio, SpTHT dari RS Puri Indah Jakarta, juga pernah menjelaskan mengenai cara tepat untuk melakukan Heimlich Maneuver.

"Si penolong berdiri di belakang korban. Kedua tangan dilingkarkan di atas perut korban, dengan tangan kanan mengepal dan tangan kiri menggenggam tangan kanan. Lalu hentakkan ke arah atas supaya terjadi tekanan dari rongga perut dan rongga dada yang membuat makanannya keluar," urai dr Agus.



Simak Video "Ada yang Tersedak? Coba Teknik Hiemlich"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)