Selasa, 30 Jul 2019 07:06 WIB

Round Up

Polusi DKI Masih Tertinggi, Tanam Lidah Mertua atau Pasang Air Purifier?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pilih lidah mertua atau air purifier? (Foto: detikhealth) Pilih lidah mertua atau air purifier? (Foto: detikhealth)
Jakarta - Polusi udara di DKI Jakarta belum menunjukkan perbaikan. Pagi ini, aplikasi AirVisual menunjukkan polusi di ibukota masih di level Unhealthy, dan lagi-lagi terburuk di dunia.

Berbagai upaya patut dilakukan untuk menguranginya. Salah satunya menanam tanaman penyerap polusi, seperti lidah mertua sesuai rekomendasi Pemerintah Provinsi DKI.



Namun beberapa pedagang tanaman mengaku tidak melihat antusiasme warga untuk menanam jenis tanaman ini. Begitu pula dengan jenis tanaman lain yang juga dipercaya menyerap polusi, seperti sri rejeki.

"Kalau permintaan gitu nggak terlalu banyak. Tapi kalau satu-dua, ada lah yang cari," kata Heru, seorang pedagang tanaman di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).



Upaya lain yang juga bisa dilakukan adalah memasang air purifier atau pemurni udara. Namun dokter paru mengingatkan, produk semacam ini hanya memurnikan polusi di dalam ruangan. Sementara paparan polusi paling tinggi adalah di luar ruangan.

"Lebih baik kota kita berbenah untuk turunkan polusi. Daripada yang sekarang ditangani dengan air purifier, useless," saran dr Frans Abednego Barus, SpP, dokter paru dari RS Omni Pulomas.

Adakah yang sudah mencoba kedua upaya tersebut untuk meredakan polusi? Bagikan pengalaman kamu di kolom komentar!



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)