Selasa, 30 Jul 2019 09:55 WIB

Deretan Faktor Risiko Kanker Paru, Salah Satunya Polusi Udara

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Polusi udara jadi salah satu faktor risiko kanker paru. Foto: Ari Saputra Polusi udara jadi salah satu faktor risiko kanker paru. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Wafatnya mantan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo (IYL) usai berjuang melawan kanker paru yang diidapnya kembali membawa penyakit tersebut jadi sorotan. Kanker paru di Indonesia merupakan kanker tertinggi pertama yang diidap oleh pria.

Kanker paru disebabkan oleh tumor kanker yang bertumbuh di paru atau merupakan penyebaran dari kanker lain yang sebelumnya sudah diidap. Sama seperti semua kanker, penyebab kanker paru belum diketahui pasti.

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang bisa dihindari agar bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker paru. Berikut di antaranya:


1. Polusi udara
Menghirup polusi udara berkepanjangan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut praktisi kesehatan paru dr Agus Dwi Susanto, SpP dari RSUP Persahabatan, salah satunya iritasi, jika iritasi terjadi terus menerus pada saluran pernapasan, akibatnya seperti sesak nafas.

"Dampaknya jangka panjang bisa terjadinya penurunan fungsi paru, risiko terjadinya asma. Bahkan menurut WHO PM 2.5 ini berhubungan dengan terjadinya risiko kanker paru pada manusia," ujar dr Agus Dwi Susanto, SpP dari RS Persahabatan, saat dihubungi detikHealth.

Partikel-partikel polusi bisa masuk ke dalam saluran pernapasan dan juga pembuluh darah. DKI Jakarta baru-baru ini menyita perhatian usai AirVisual menjadikannya sebagai kota paling berpolusi di dunia dengan Air Quality Index (AQI) mencapai angka 195.

2. Rokok
Bukan lagi rahasia bahwa rokok menjadi faktor risiko utama dari hampir seluruh penyakit. Bahkan, sekitar 80 persen kematian akibat kanker paru diketahui berasal dari kebiasaan merokok.

Risiko kanker paru semakin meningkat seiring dengan waktu seseorang merokok; semakin lama dan semakin banyak, maka risiko akan semakin tinggi. Bahan-bahan kimia dalam asap rokok masuk ke dalam aliran darah kita dapat dapat berdampak ke seluruh tubuh.

Sayangnya, tak hanya perokok aktif saja yang memiliki risiko tinggi terkena kanker paru. Secondhand smoker atau perokok pasif juga memiliki risiko yang sama, dan akan lebih tinggi apabila berada dalam lingkungan perokok aktif.

3. Paparan asbestos, radon, dan karsinogen lainnya
Radon adalah gas radioaktif yang berasal dari pemecahan uranium dalam tanah dan batu, namun tidak bisa dilihat, dirasakan ataupun dibaui. Radon yang berada di dalam ruangan bisa lebih berbahaya, menghirupnya bisa membuat paru-paru terpapar sejumlah kecil radiasi.

Orang-orang yang bekerja dengan asbestos, misalnya dalam tambang, penggilingan, pabrik tekstil) memiliki risiko tinggi meninggal karena kanker paru. Risikonya semakin meningkat apabila pekerja tersebut juga merokok.

Beberapa zat-zat karsinogen (senyawa penyebab kanker) yang ditemukan di beberapa tempat kerja juga bisa meningkatkan kanker paru, antara lain: uranium, kimia atau mineral yang terhirup seperti arsenik, berrylium, chloromethyl dan asap diesel.


4. Arsenik di air minum
Ada sejumlah studi pada beberapa bagian Asia Tenggara dan Amerika Selatan yang menemukan kadar arsenik tinggi di air minumnya. Kadar tinggi ini juga terkait dengan risiko kanker paru yang tinggi.

Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) menyebut arsenik merupakan komponen alami dari kerak bumi dan tersebar luas di lingkungan air, udara dan tanah. Arsenik sangat beracun dalam bentuk inorganik, dan paparan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan keracunan.

5. Radiasi pada paru-paru
Bagi orang yang menjalani terapi radiasi di bagian dada untuk penanganan kanker lainnya memiliki risiko tinggi kanker paru, apalagi jika mereka merokok. Contohnya, orang yang sedang dirawat karena penyakit kanker limfoma Hodgkin atau wanita yang menjalani terapi radiasi untuk kanker payudara.

Bagi wanita yang menjalani terapi radiasi di payudara usai lumpektomi (pengangkatan tumor atau kanker payudara) tidak memiliki risiko tinggi kanker paru.

6. Riwayat keluarga
Risiko tinggi kanker tak lepas dari riwayat keluarga atau riwayat diri. Jika kamu pernah mengalami kanker paru sebelumnya, risikomu terkena lagi akan semakin besar.

Begitu pula jika ada kakak, adik atau orang tua yang memiliki kanker paru, biasanya akan meningkatkan risiko kita terkena kanker tersebut. Namun seberapa tinggi semuanya berbeda-beda dan juga tergantung pada lingkungannya.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)