Rabu, 31 Jul 2019 12:39 WIB

Studi: Pria dengan Hormon Testosteron Tinggi Cenderung Gemar Selingkuh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kecenderungan untuk selingkuh ternyata berhubungan dengan hormon (Foto: iStock) Kecenderungan untuk selingkuh ternyata berhubungan dengan hormon (Foto: iStock)
Jakarta - Sebuah studi menunjukkan pria dengan hormon testosteron yang tinggi cenderung gemar berselingkuh dari pasangannya. Peneliti juga melihat adanya peningkatan tingkat perselingkuhan di antara pria dengan kadar hormon yang tinggi.

Sedangkan pria dengan tingkat hormon yang rendah cenderung tidak memiliki hubungan intim. Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Zurich Univeristy, Swiss, ini mendukung penelitian sebelumnya tentang hormon dan kemampuan pria untuk tetap setia pada pasangannya.

Peneliti menganalisa 224 pria paruh baya yang sehat dan telah menjalin hubungan yang stabil selama lebih dari 20 tahun. Setelah itu mereka menanyai mereka tentang frekuensi perilaku tidak setia dan mengambil air liur pria tersebut untuk mengukur kadar testosteron.

Lebih dari sepertiga pria mengaku selingkuh pada pasangan mereka setidaknya satu kali dan sebagian besar memiliki tingkat testosteron yang lebih tinggi dari rata-rata. Para peneliti mengatakan mereka menemukan hubungan 'kuat' antara hormon dan perselingkuhan pria.



Ini juga dapat menjelaskan mengapa pria jauh lebih cenderung untuk menipu daripada wanita, tulis tim itu dalam jurnal Biological Psychiatry. Dalam sebuah laporan tentang temuan, mereka mengatakan, "Tingkat testosteron yang lebih tinggi terkait dengan perilaku kawin, hasrat seksual dan perselingkuhan," tulis peneliti dikutip dari Daily Mail.

"Pria rata-rata memiliki testosteron enam kali lebih banyak daripada wanita dan menunjukkan tingkat perilaku tidak setia yang jauh lebih tinggi. Mereka cenderung mencari pertemuan seksual yang lebih sering karena mereka melihat adanya manfaat dari memiliki banyak pasangan seksual," tambahnya.

Tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron tinggi dianggap lebih menarik oleh wanita dalam hal pasangan jangka pendek.

"Tingkat testosteron yang lebih tinggi adalah faktor risiko potensial untuk perilaku tidak setia. Ini sangat penting mengingat suplementasi testosteron pada pria telah menerima perhatian besar untuk mengobati disfungsi seksual atau depresi," pungkasnya.



Simak Video "Yakin Selingkuh itu Indah? Ini Kata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)