Rabu, 31 Jul 2019 14:43 WIB

Ngetren Masker Elektrik Rp 300-an Ribu, Ampuhkah Menangkal Polusi?

Kintan Nabila - detikHealth
Masker yang dilengkapi kipas atau fan berpenggerak baterai dijual lebih mahal dibanding masker bedah ala ojol. (Foto: iStock) Masker yang dilengkapi kipas atau fan berpenggerak baterai dijual lebih mahal dibanding masker bedah ala ojol. (Foto: iStock)
Jakarta - Tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya menjadikan masker pernapasan sebagai salah satu produk paling dicari. Belakangan, ada masker dengan kipas filter bertenaga baterai yang diklaim ampuh menangkal polusi.

Di berbagai lapak online, produk semacam ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 300-700 ribu. Dikutip dari deskripsi yang menyertai, produk ini mengusung teknologi nano dan bisa menyaring PM 2.5 atau partikel debu berukuran lembut.

Ampuhkah masker ini menyaring polusi udara? dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan, maskter yang bagus idealnya mampu menyaring polutan hingga 95 persen.

"Prinsipnya masker tersebut mampu filtrasi PM 2,5 dan PM 10, lebih atau sama dengan 95 persen itu bagus," katanya, ditemui dalam temu media Hari Kanker Paru Sedunia di Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).



Dipercaya masker seperti ini ampuh menangkal polusi.Dipercaya masker seperti ini ampuh menangkal polusi. Foto: iStock


Namun dr Agus mengingatkan, masker yang dijual harus menjalani uji coba. Kemampuan menyaring polutan, menurutnya hanya bisa dipastikan lewat pengujian oleh ahli.

"Asalkan produsen tidak asal klaim, harus ada uji alatnya dulu. Kalau asal klaim bisa bohong," jelasnya.

Lebih lanjut, dr Agus juga mengingatkan bahwa efektivitas maskter menyaring polutan juga dipengaruhi oleh cara pakai. Bila dipakai dengan benar, tentu lebih efektif.

"Kalau kemampuan filtrasinya sudah bagus tapi cara pemakaiannya salah, sama saja seperti pakai masker biasa," pungkas dr Agus.



Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Gunakan Masker atau Respirator?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)