Rabu, 31 Jul 2019 19:28 WIB

Reaksi Saat Lihat Abah Grandong Makan Kucing Juga Bisa Ungkap Kondisi Kejiwaan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi kucing. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Perilaku Abah Grandong yang makan kucing hidup-hidup bikin geger. Tujuannya memang untuk menakut-nakuti pedagang yang menempati lahan yang dijaganya, tetapi sepertinya lebih banyak yang merasa jijik melihat ulahnya.

"Ekspresi jijik atau mau muntah adalah reaksi yang wajar dan spontan yang kita sebut reaktif. Reaksi ini bisa muncul karena manusia adalah makhluk sosial yang muncul simpati jika berhadapan dengan perilaku seperti itu," kata psikiater dari Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, Rabu (31/7/2019).


Reaksi tersebut bisa makin kuat bila yang menyaksikan pernah punya hubungan yang dekat dengan kucing. Perasaan melihat hewan yang disayangi mendapat perlakuan buruk akan mendatangkan emosi yang sangat kuat.

Kalaupun ada yang merasa takut, dr Lahargo menilainya sebagai hal yang wajar. Ini sesuai dengan tujuan Abah Grandong, yakni menakut-nakuti mereka yang mendengar cerita atau melihat langsung perilaku makan kucing hidup-hidup sehingga diharapkan segera menjauh dari lahan yang dijaganya.

Lalu bagaimana kalau ada yang merasa biasa saja melihat perilaku Abah Grandong makan kucing hidup-hidup? Wah, bahaya! Menurut dr Lahargo, itu tandanya harus periksa!

"Bisa saja ada kemungkinan gangguan jiwa. Namun untuk mengetahuinya perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan inilah yang memastikan ada atau tidaknya gangguan kejiwaan," kata dr Lahargo.

Menurut dr Lahargo, gangguan jiwa adalah perubahan sikap, pikiran, perilaku, dan perasaan yang terjadi pada seseorang. Perubahan tersebut menimbulkan penderitaan dan gangguan pada diri sendiri, lingkungan sekitar, serta mengakibatkan hilangnya fungsi dan produktivitas.



Simak Video "Anak Kucing di Inggris Mati Usai Tertular COVID-19 dari Pemiliknya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)