Kamis, 01 Agu 2019 13:25 WIB

Risma Sebut Pemkot Surabaya Pembayar BPJS Tertinggi di Indonesia

Rosmha Widiyani - detikHealth
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Dok. Hilda Meilisa Rinanda/Detikcom) Walikota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Dok. Hilda Meilisa Rinanda/Detikcom)
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menghadapi sejumlah masalah, yang berisiko berdampak pada layanannya. Salah satunya pembayaran premi dari Pemda yang menanggung hajat hidup warganya. Hal ini ternyata tidak dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Kita mungkin pemerintah daerah (pemda) pembayar BPJS tertinggi di Indonesia. Semua profesi dapat BPJS Kesehatan. Satpam, guru sekolah minggu, TPA, TPQ, guru Agama Hindu, Budha kita kasih BPJS. Sopir angkot kita kasih juga," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam kunjungannya ke kantor detikcom baru-baru ini.



Data Pemkot Surabaya menyatakan, pembayaran premi BPJS Kesehatan mencapai Rp 14 miliar per bulan. Pembayaran tersebut untuk kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan kelompok masyarakat khusus.

Sesuai peraturan walikota (Perwalkot) nomor 25 tahun 2017, ada 60 kelompok masyarakat khusus yang premi BPJS-nya ditanggung Pemkot Surabaya. Selain yang telah disebutkan, kelompok ini juga mencakup wartawan, tukang parkir, profesi pendoa (modin), dan juru kunci makam.

Menurut Risma, pemkot juga menyiapkan anggaran khusus lain untuk warganya dalam bidang kesehatan. Anggaran ini bisa digunakan siapa saja yang perlu operasi atau tindakan medis lain namun tertunda karena masalah biaya.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)