Kamis, 01 Agu 2019 15:30 WIB

Bappenas: Baru 37,3 Persen Bayi yang Dapat ASI Eksklusif

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Baru 37,3 persen bayi dapatkan ASI eksklusif. Foto: iStock Baru 37,3 persen bayi dapatkan ASI eksklusif. Foto: iStock
Topik Hangat Pekan ASI Sedunia 2019
Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan gizi pada bayi, pemberian ASI eksklusif menjadi sangat penting dilakukan terutama saat anak berusia 0-6 bulan pertama. Sayangnya, data dari Badan Perencana dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan fakta bahwa hanya terdapat sekian persen bayi yang terpenuhi kebutuhan ASI nya pada usia tersebut.

"Baru 37,3 persen bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif. Padahal pemberian ASI bisa mengangkat status gizi pada bayi sejak awal," tutur Ardhianti, SKM, MPH, Perencana Muda Direktorat Gizi dan Kesehatan Bappenas, saat dijumpai detikHealth pada Kamis, (1/8/2019).

Menurut Ardhianti, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Selain dari ibunya sendiri, juga dari lingkungannya misal kondisi pekerjaan.



"Seperti cuti kerja. Dengan cuti yang diberikan selama 3 bulan kerja, mereka mungkin bulan pertama sampai ketiga masih bisa nih. Tapi kan ASI Eksklusif itu kan sampai 6 bulan. Begitu mereka sudah mulai bekerja, ada kesulitan dari lingkungan yang tidak support," tambahnya.

Selain itu, tingkat kelelahan juga berpengaruh pada pemberian ASI ke bayi sehingga dari sisi psikologis juga mempengaruhi produksi ASI terutama pada wanita yang bekerja pada sektor informal.

"Jadi sebenarnya support dari lingkungan, dari keluarga menjadi sangat penting untuk mendukung pemberian ASI Ekslusif, " pungkasnya.



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Pekan ASI Sedunia 2019