Jumat, 02 Agu 2019 15:05 WIB

Kecerdasan Buatan Google Kini Bisa Deteksi Gagal Ginjal

Widiya Wiyanti - detikHealth
Teknologi banyak memberikan kemudahan di bidang medis (Foto: Ilustrasi/thinkstock) Teknologi banyak memberikan kemudahan di bidang medis (Foto: Ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Gagal ginjal merupakan penyakit yang cukup berkontribusi dalam angka kematian di beberapa negara. Gagal ginjal merupakan 'silent killer', di mana tidak ada gejala signifikan sebelumnya dan sulit dideteksi.

Kini, perusahaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan milik Google yang bernama DeepMind telah mengembangkan kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi penyakit gagal ginjal.

Dikutip dari The Sun, DeepMind dapat mendeteksi gagal ginjal pada seseorang dari analisis 600.000 titik data, meliputi tes darah, detak jantung, dan tekanan darah. Sementara itu, para ilmuwan DeepMind menemukan 9 dari 10 kasus gagal jantung paling serius.

Kecerdasan buatan ini dinilai cukup dapat diandalkan mengingat tidak ada metode standar untuk memprediksi penyakit ini. Karena kebanyakan pasien dengan gagal ginjal dideteksi saat kondisinya sudah cukup parah.



dr Dom King, dari DeepMind Health mengatakan bahwa kemajuan teknologi DeepMind ini dapat mengubah perawatan dan pengobatan pada pasien nantinya diberikan. Semakin awal dideteksi, maka pengobatannya pun akan lebih ringan.

"Sangat membingungkan bagi saya sebagai dokte. Dalam beberapa hal, sistem AI ini hampir melakukan apa yang dilakukan oleh dokter ahli," ungkapnya.

AI DeepMind ini telah diujicobakan di Royal Free Hospital di London dengan hasil empat kali lebih kecil kemungkinannya melewatkan deteksi gagal ginjal dibandingkan metode biasa. Bahkan menurut catatan, deteksi gagal ginjal dengan DeepMind hanya memakan waktu 14 menit.



Simak Video "Keren! Alat Pendeteksi Pembuluh Darah Karya Mahasiswa Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)