Jumat, 02 Agu 2019 20:41 WIB

Saran Psikolog Agar Tak 'Deg-degan' dan Panik Berlebihan Sehabis Gempa

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kepanikan di sebuah rumah sakit di Jakarta, sesaat setelah gempa terjadi (Foto: Komario) Kepanikan di sebuah rumah sakit di Jakarta, sesaat setelah gempa terjadi (Foto: Komario)
Jakarta - Guncangan gempa Banten terasa di Jakarta pada Jumat (2/9/2019). Guncangan terasa lebih dari 2 menit yang terasa sangat kuat di perkantoran. Info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut berkekuatan 7,4 di Sumur, Banten.

Menghadapi guncangan kuat seperti pada gempa bumi, sangat wajar jika merasa deg-degan. Namun rasa dag dig dug jangan sampai menimbulkan rasa panik hingga tak lagi merasa waspada.

"Deg-degan boleh tapi jangan panik dan tetap waspada. Sikap waspada memungkinkan kita bertindak sesuai prosedur yang harus dijalani saat terjadi gempa, misal segera keluar gedung atau melindungi diri," kata psikolog dari Personal Growth Veronica Adesla.



Waspada juga memungkinkan tetap tenang dan fokus saat terjadi gempa. Menurut Veronica, sikap tenang dan fokus memungkinkan mencari info lebih lanjut terkait gempa. Contohnya jika ada instruksi lanjutan atau memastikan gempa masih berlangsung atau sudah selesai.

"Rasa deg-degan adalah hal yang wajar saat menghadapi peristiwa yang luar biasa seperti gempa bumi. Tapi, harus secepatnya segera tenang dan fokus untuk evakuasi," kata Veronica.



Simak Video "Melihat RS Universitas Indonesia, ''Green Hospital'' yang Tahan Gempa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)