Sabtu, 03 Agu 2019 16:47 WIB

Ibu Hamil Panik Saat Gempa, Bahayakah Bagi Janin?

Kintan Nabila - detikHealth
Ilustrasi ibu hamil. Foto: iStock Ilustrasi ibu hamil. Foto: iStock
Jakarta - Gempa berkekuatan 7,4 SR yang berpusat di Sumur, Banten pada Jumat (2/9/2019) membuat panik warga yang merasakan getarannya. Ibu hamil mengalami kepanikan ekstra, karena khawatir akan berdampak pada kandungannya.

Sering disebutkan bahwa kondisi psikologis ibu hamil dapat berpengaruh langsung kepada janin. Dengan kata lain, jika si ibu mengalami stres atau kecemasan berlebih maka bayi mereka bisa ikut merasakannya. Hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan kondisi bayi dalam kandungan mereka.

Ahli kandungan, Prof Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K), menegaskan bahwa hal tersebut tidak perlu dicemaskan. Panik sesaat ketika gempa tidak akan berpengaruh pada janin.

"Yang bahaya itu panik berbulan bulan yang kronis. Kalau panik sesaat enggak berpengaruh ke bayinya, itu mitos," katanya saat ditemui oleh detikHealth di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).



Rasa panik dan cemas berlebihan dalam jangka waktu lama bisa berbahaya. Karena dapat menambah tingkat stres pada ibu hamil dan membahayakan kandungan mereka. Dokter Budi menyarankan agar ibu hamil menghindari stres.

"Pertama, dia harus menikmati hasil konsepsinya (pembuahan), bahwa kehamilan ini adalah anugerah. Kedua, bangun komunikasi yang baik dengan suami. Ketiga, keluarga harus berikan dukungan baik secara psikis dan finansial," pungkasnya.



Simak Video "Proyek 'Dum-Duum', Langkah Polewali Mandar Cegah Kematian Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)