Senin, 05 Agu 2019 10:22 WIB

Kenali Jenis Polusi yang Mungkin Bertebaran di Sekitar Kita

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Polusi udara Jakarta. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Pagi ini, data dari situs Air Visual, Air Quality Index Jakarta berada di kisaran angka 75 dengan kualitas udara moderat yang artinya dapat diterima dan menimbulkan sedikit risiko kesehatan.

Meski demikian, masalah polusi di Jakarta masih menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Masyarakat yang mayoritas bekerja dengan transportasi pribadi menambah bobot polusi yang harus ditanggung langit-langit ibu kota.

Dikutip dari WebMD, berikut beberapa jenis polusi yang mungkin kita hirup bersamaan dengan oksigen yang ada di sekitar kita.


1. Ozon
Jenis ini merupakan komponen utama dari kabut asap. Polusi jenis ini terbentuk dari reaksi kimia antara sinar matahari dengan partikulat (jelaga) yang berasal dari knalpot kendaraan bermotor, uap bensin, dan debu dari pembangkit listrik.

2. Materi Partikulat
Lebih dikenal sebagai polusi partikel, yang termasuk di dalamnya bahan kimia organik, logam, dan partikel tanah atau debu. Jenis ini tercipta dari campuran kompleks partikel kecil dan tetesan cairan.

3. Nitrogen Dioksida (NO2)
Termasuk ke dalam kelompok gas yang sangat reaktif ini terbentuk dengan cepat dari emisi mobil, truk, bus, pembangkit listrik, dan peralatan off-road. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan atau Environmental Protection Agency (EPA), senyawa yang berbentuk partikel kecil ini dapat menembus jauh ke dalam bagian sensitif paru-paru. Hal ini menyebabkan penyakit pernapasan, seperti bronkitis dan memperburuk penyakit jantung serta menyebabkan kematian dini.


4. Karbon Monoksida (CO)
Polutan ini terbentuk ketika karbon dalam bahan bakar tidak terbakar sepenuhnya. Gas ini tidak berbau dan berwarna, namun terjadi lebih tinggi di daerah dengan kemacetan yang padat seperti Jakarta ini. Dengan penyumbang terbesar yaitu 56 persen dari knalpot kendaraan bermotor, serta sumber lainnya seperti asap rokok, kompor, kayu, gas, dan emisi industri.

5. Gas Sulfur Dioksida
Gas yang terbentuk ketika bahan bakar yang mengandung belerang, seperti minyak dan batu bara dibakar. Lalu berinteraksi dengan polutan lain yang dapat berdampak berbahaya.

6. Timbal
Banyak ditemukan di dekat insinerator limbah, utilitas, dan produsen baterai. Namun emisi timbal dari bensin sudah menurun sebesar 95 persen sejak Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) mengatur standar udara bersih lebih dari tiga dekade lalu.



Simak Video "WHO: Paparan Polutan Udara dengan Tingkat Sangat Rendah Pun Berbahaya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)