Senin, 05 Agu 2019 12:44 WIB

14 Remaja AS Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Mengisap Vape

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rokok elektrik dianggap lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa. (Foto: Hasan Alhabshy) Rokok elektrik dianggap lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa. (Foto: Hasan Alhabshy)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Sebanyak 14 remaja dirawat di rumah sakit di Wisconsin dan Illinois, Amerika Serikat, karena masalah pernapasan setelah mengisap vape atau rokok elektrik yang diumumkan oleh pejabat kesehatan terkait pada Jumat, (5/8) lalu.

Di Wisconsin, sebanyak 11 orang mengalami penyakit paru-paru yang parah dan tercatat meningkat dari kasus yang dilaporkan pada akhir Juli. Sementara di Illinois, tiga remaja dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan parah setelah vaping.

"Mereka semua dirawat di rumah sakit karena sesak napas, kelelahan, dan nyeri dada. Beberapa bahkan membutuhkan bantuan untuk bernapas," sebut Chuck Warzecha, wakil administrator di departemen kesehatan Wisconsin, mengutip CNN.


Meski beberapa dari mereka telah membaik, efek jangka panjang bisa saja mereka hadapi. Belum diketahui apakah kasus-kasus di kedua negara terkait dengan sumber yang sama, seperti produk vape atau e-liquidnya.

Penggunaan vape, menurut American Lung Association memiliki efek yang sangat buruk untuk kesehatan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat vape mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru, serta penyakit kardiovaskular.

Komite pakar Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik, dan Kedokteran Nasional melaporkan tahun lalu bahwa ada bukti konklusif bahwa selain nikotin, sebagian besar produk rokok elektrik mengandung dan mengeluarkan banyak zat yang berpotensi beracun.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia