Rabu, 07 Agu 2019 10:20 WIB

Masih Ada ODGJ yang Dipasung, Kabupaten Ende Butuh Dokter Jiwa

Kintan Nabila - detikHealth
Wanita di Polewali Dipasung Selama 20 Tahun. (Foto: Abdy/detikcom) Wanita di Polewali Dipasung Selama 20 Tahun. (Foto: Abdy/detikcom)
Jakarta - Dibentuk sejak tahun 2005, Nusantara Sehat (NS) merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya menguatkan pelayanan kesehatan primer. Tim NS ditempatkan di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan. Salah satunya di Desa Maurole, Kabupaten Ende, NTT (Nusa Tenggara Timur).

Dalam penugasannya NS melibatkan anggota tim dengan berbagai jenis tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi lab medik, tenaga gizi dan kefarmasian. Namun sayang, saat ini belum ada untuk dokter spesialis jiwa.

Tingkat ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) jumlahnya sangat tinggi di NTT, berdasarkan data terakhir, di kabupaten Ende sendiri saat ini ada lebih dari 300 orang. Tim NS kesulitan karena belum ada rumah sakit jiwa dan dokter spesialis jiwa di daerah tersebut.

dr Evi, dokter umum dari tim Nusantara Sehat di puskesmas Maurole mengatakan ia kerap berkonsultasi dengan dosennya semasa kuliah saat menangani pasien-pasien dengan ODGJ. Di Maurole sendiri tercatan sekitar 30 ODGJ dan tiga diantaranya dipasung.

"Sebelum kami datang ada tiga pasien yang dipasung. Kami melakukan pendekatan ke rumahnya secara intensif," katanya dalam pertemuan koordinasi Tim Nusantara Sehat bersama Menkes RI di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Selasa (6/8/2019).


Pendekatan ini dilakukan secara rutin dengan kunjungan ke rumah. Tim NS melakukan pendekatan interpersonal kepada pasien dan keluarga, terutama mereka yg tidak memungkinkan untuk datang konsultasi ke puskesmas. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan pasien ODGJ serta membangkitkan dukungan dari keluarga mereka untuk kesembuhan.

"Pilihan dipasung itu memang pilihan terakhir. Saat itu Keluarga menilai perilaku agresif pasien sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Dalam artian, pasien mengganggu keamanan dan keselamatan jiwa sekitarnya," kata dokter Evi.

dr Evi menambahkan, ada satu pasien yang sudah bebas pasung dan bisa kembali beraktivitas normal. Pasien juga sudah mengalami peningkatan pengobatan secara terkontrol.

Tim NS melakukan konseling CBT (cognitive behavioral therapy) kepada pasien secara intensif. Dengan pengobatan rutin, bukan tak mungkin ODGJ bisa memiliki kualitas hidup seperti orang normal dan dapat beraktivitas dengan baik.

"Jadi kami di sana sangat membutuhkan dokter dengan spesialis jiwa dan fasilitas rumah sakit jiwa yang bisa kami akses dengan mudah. Karena selama ini dirujuknya ke pulau Jawa," pungkasnya.



Simak Video "Kampanye Positif Tingkatkan Kepedulian dan Pemahaman Soal Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)