Rabu, 07 Agu 2019 13:20 WIB

Pemilik Ikan Koi Mati Gugat PLN, Perlukah Emak-emak Perkarakan ASI Basi?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
ASI Perah di kulkas banyak yang mencair karena listrik padam (Foto: iStock) ASI Perah di kulkas banyak yang mencair karena listrik padam (Foto: iStock)
Jakarta - Buntut listrik padam di sebagian Pulau Jawa pada akhir pekan lalu hingga membuat dua warga Jakarta Selatan menggugat PLN ke PN Jaksel karena ikan koinya mati. Ada total 5 ekor ikan koi yang dilaporkan mati.

"Kami meminta PLN mengganti kerugian atas kematian ikan koi milik klien kami," ujar David Tobing, pengacara mereka saat dihubungi detikcom, Rabu (7/8/2019).

Tak cuma dua warga Jaksel tersebut yang dirugikan dengan padamnya listrik. Beberapa ibu bekerja juga merasa panik dan stres sebab mati listrik yang cukup lama berimbas stok ASI perah mereka mencair dan tak dapat diselamatkan.

Apakah para ibu bekerja tersebut juga harus gugat PLN atas stok ASI perah yang mencair dan tidak bisa digunakan?

"Menggugat itu hak setiap orang, dengan berbagai pertimbangan, kata dr Eni Gustina, MPH, Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, saat ditemui detikHealth di sela-sela Workshop Pekan ASI Seduni 2019, Rabu (7/8/2019).



"Setiap orang harus bisa mengantisipasi kondisi masing-masing dan setiap orang juga harus punya langkah-langkah (antisipasi)," tambahnya.

Eni menyarankan bagi para ibu bekerja dan juga siapapun untuk lebih siap dan berantisipasi jika terjadi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan dan tidak bisa dikendalikan.

"Sebetulnya dalam setiap langkah kita harus selalu berantisipasi ya. Saya tidak menyalahkan ketika itu memang menjadi kondisi yang tidak bisa ditolak," pungkasnya.

Pemilik Ikan Koi Mati Gugat PLN, Perlukah Emak-emak Perkarakan ASI Basi?




Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)