Kamis, 08 Agu 2019 15:37 WIB

Ngeri, Perut Wanita Ini Robek Karena 'Terpotong' Sabuk Pengaman

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustasi sabuk pengaman. Foto: Pool (BestProduct) Ilustasi sabuk pengaman. Foto: Pool (BestProduct)
Jakarta - Sabuk pengaman sejatinya berfungsi untuk menyelamatkan kita saat ada kecelakaan kala mengendarai mobil. Gina Arnold memang terselamatkan saat ia tak sengaja menabrakkan mobilnya, namun imbasnya, sabuk pengaman malah 'memotong' perutnya.

Gina mengalami koma selama tiga hari, dengan kondisi di mana dinding abdomennya terbuka dan mengekspos organ dalamnya. Organ-organ tersebut rentan terkena infeksi atau rusak.

Akibatnya, ia harus menjalani total 21 operasi dan akan mungkin mengalami efek dari cedera tersebut seumur hidupnya. Gina sangat bersedih, pasalnya dulu ia adalah seorang atlet dan terancam tidak bisa melakukannya lagi.

"Aku tak menduga akan merasa sakit terus setiap harinya. Sangat frustasi menjadi seseorang berusia 21 tahun dan tidak bisa melakukan apapun yang seharusnya dilakukan orang berusia 21 tahun. Rasanya energiku seperti berusia 90 tahun," katanya, dikutip dari People.


Sempat sangat down dan bersedih akan keadaannya, namun Gina berusaha bangkit. Ia mengikuti terapi dan terus mengingatkan dirinya bahwa ia harus bersyukur dirinya tetap hidup.

Gina juga sempat menjalani operasi selama 8 jam agar jerat atau mesh bisa dipasang di mana dinding abdomen yang seharusnya berada. Akan tetapi tak ada jaminan bahwa hal ini akan bekerja dengan baik.

"Tak ada rencana B jika mesh-ku robek. Jika robek, mereka tak tahu apa lagi yang harus dilakukan," katanya.

Ia harus ekstra berhati-hati karena robeknya jeratan juga berarti merobek sisa ototnya. Dia hanya bisa berdiri dalam waktu yang singkat dan harus mengganti caranya makan.

Sementara itu, Gina kembali kuliah dan berharap menjadi seorang psikolog olahraga. Ia mengatakan ingin mengajari muridnya bahwa mereka tak tahu kapan momen terakhir bermain dalam pertandingan, maka dari itu berjuanglah semaksimal mungkin di dalamnya.



Simak Video "Tak Ingin Jadi Bahan Hoaks, PMI Perlihatkan Isi Ambulans"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)