Sabtu, 10 Agu 2019 08:21 WIB

Tanda-tanda Korban Begal Payudara Mengalami Trauma Psikologis

Rosmha Widiyani - detikHealth
Begal payudara bisa memicu trauma psikologis (Foto: iStock) Begal payudara bisa memicu trauma psikologis (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun di Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan menjadi korban begal payudara. Pelaku diduga 2 orang pengatur lalu lintas liar atau 'pak ogah' yang biasa mangkal di putaran dekat restoran cepat saji.

Begal payudara adalah bentuk pelecehan seksual dengan meraba atau meremas bagian tubuh milik perempuan tersebut. Setelah melakukan tindakan tersebut, pelaku langsung kabur layaknya pelaku kasus kriminal lain.



Dalam wawancara dengan detikHealth beberapa waktu lalu, psikolog klinis Felicia Ilona Nainggolan menyatakan korban berisiko mengalami kondisi trauma. Ada beberapa tanda yang ditunjukkan korban dari pelaku begal payudara.

"Ditandai dengan takut untuk keluar rumah, saat berada di jalanan ia merasa tidak aman, ada perasaan was-was dan curiga berlebihan terhadap orang lain, sering teringat dengan kekerasan seksual yang pernah dialami," kata Felicia.



Terkait kondisi tersebut, psikiater dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ menyarankan korban yang mengalami trauma segera berkonsultasi dengan pihak yang kompeten. Dokter yang akrab disapa Noriyu tersebut juga menyarankan korban melapor pada petugas keamanan.

"Kalau mau dilaporkan ke petugas keamanan terdekat ya boleh saja. Tidak bisa dipungkiri, gangguan ini berisiko pada keseimbangan dan kondisi kesehatan mental korban," kata Noriyu.

Dengan melapor pada pihak keamanan, diharapkan ada tindakan tegas pada pelaku. Selanjutnya pelaku bisa mendapat sanksi atau penanganan lain sesuai perbuatan yang telah dilakukan.



Simak Video "Ini Dampak Konstipasi BAB pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)