Rabu, 14 Agu 2019 15:30 WIB

Apa Itu THM? Senyawa yang Disebut Bisa Bikin Kanker di Air Keran

Firdaus Anwar - detikHealth
Benarkah air keran harus ditunggu mendidih untuk membuang racun dari klorin? (Foto ilustrasi: iStock) Benarkah air keran harus ditunggu mendidih untuk membuang racun dari klorin? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Sebelum diminum air keran harus dimasak terlebih dahulu tujuannya untuk memusnahkan mikroba berbahaya penyebab penyakit. Bagaimana dengan kandungan bahan kimia? Terkait hal itu ada informasi yang menyebut kalau air harus ditunggu mendidih sebelum dipakai mengolah makanan.

Informasi yang viral tersebut secara spesifik menyebut senyawa kimia klorin dan trihalomethane (THM) pada air keran dapat menyebabkan kanker. Bila panci ditutup maka kedua senyawa kimia itu tidak akan menguap tetap berada dalam wadah dan meresap ke dalam makanan.


"Jika Anda menggunakan air dari kran, perlu diketahui air kran mengandung Klorin. *Air mengandung Klorin tersebut saat dipanaskan, apabila pancinya tertutup maka Klorin akan tetap berada di dalam panci dan menyelimuti makanan yg dikukus*.

Jadi pastikan untuk menggunakan air matang untuk mengukus ATAU *Anda dapat menghilangkan Klorin dengan mendidihkan air terlebih dahulu beberapa saat*.

*_Klorin mengandung Tri Hallow Metan (THM) meNyebabkan Kanker_*" tulis penggalan pesan tersebut.

Menanggapi hal tersebut ahli kimia Dr Agus Haryono, MSc, dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan bahwa THM memang bisa ada di larutan seperti klorin. Namun demikian jumlahnya sedikit belum terbukti bisa menyebabkan kanker pada manusia.

Selain itu air keran dari hasil proses Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sendiri harusnya sudah diawasi memenuhi standar termasuk kandungan klorin tidak melampaui batas aman.

"Hoax. Nakut-nakutin saja," tegas Agus ketika dihubungi detikHealth pada Rabu (14/8/2019).

"THM ini ada di berbagai hallogenated solvent, sebagai impurities atau bahan pengotor. Jumlahnya sangat sedikit. THM memang diindikasikan bisa menyebabkan kanker, tapi belum terbukti pada manusia," pungkasnya.

Contoh pesan yang beredar.Contoh pesan yang beredar. (Foto: Tangkapan layar Facebook)




Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)