Kamis, 15 Agu 2019 20:34 WIB

5 Kisah Dramatis Bertahan Hidup dalam Kondisi Ekstrem

Rosmha Widiyani - detikHealth
Di kamar ini ditemukan balita yang menunggui jenazah ayahnya selama 3 hari tanpa makan dan minum. Foto: Yakub Mulyono Di kamar ini ditemukan balita yang menunggui jenazah ayahnya selama 3 hari tanpa makan dan minum. Foto: Yakub Mulyono
Jakarta - Makan, minum, dan oksigen untuk bernapas menjadi kebutuhan 3 kebutuhan dasar tiap manusia. Tanpa tiga unsur tersebut, manusia biasanya tidak bisa bertahan dalam waktu lama.

Namun, 5 kisah ini membuktikan manusia bisa hidup meski dengan kondisi minimalis. Berikut kisah survival dramatis yang berhasil dirangkum detikHealth.


1. Balita bertahan 3 hari peluk jenazah ayah

Seorang balita berusia 14 bulan di Jember ditemukan sedang memeluk ayahnya yang sudah meninggal selama 3 hari. Dalam kurun waktu tersebut, balita tidak mendapat asupan makan dan minum. Saat ditemukan, kulit jenazah ayahnya yang menghitam sudah menempel di pipi dan baju balita.

"Kalau di tiga hari itu kondisinya relatif stabil, artinya enggak muntah, enggak diare, rumahnya tidak panas jadi tidak keringetan banyak, ya sudah kondisinya bisa stabil. Jadi itu (3 hari-red) range yang aman untuk metabolisme tubuhnya dia. Tapi jangan dicoba-coba, ya," kata dokter spesialis anak dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC.


2. Wanita terdampar 6 hari di gurun

Seorang wanita asal Australia, Brooke Phillips, menghadapi nasib sial saat terdampar di gurun luas dan terpencil. Terjebak di cuaca yang sangat panas selama 6 hari, dia terpaksa bertahan hidup dengan minum air urinenya sendiri. Dia juga lebih banyak diam dalam mobil dan menyalakan AC.

"Saya tidak berbohong, saya minum air kencing saya sendiri pada hari terakhir karena saya semakin putus asa dan tidak ada satupun orang yang ke sini. Saya kira itu menyelamatkan saya. jika saya punya satu hari lagi, saya tidak tahu harus berbuat apa," kata Phillips.


3. Terjebak 60 hari di dapur

Dikutip dari BBC, seorang wanita mampu bertahan hidup selama dua bulan terjebak di reruntuhan dapur. Wanita berusia 40 tahun tersebut ditemukan pada Desember 2005 setelah wilayah tersebut diguncang gempa. Dokter menyebutnya mukjizat karena ruangan tempat wanita tersebut hidup sangat sempit.

Kemampuan bertahan hidup saat terjebak reruntuhan bervariasi tergantung banyak faktor. Menurut Health24, peluang untuk bertahan hidup dalam 24 jam berkurang antara lain ketika korban mengalami perdarahan.


4. Nelayan 7 hari terapung di Selat Sunda

Nelayan bernama Ari Agus Arman Harianto ditemukan TNI AL setelah mengapung 7 hari di Selat Sunda. Ari dalam kondisi selamat meski kondisinya sangat lemah. Dia bertahan hidup hanya dengan modal perahu bekas terjangan tsunami dan sisa minuman kemasan. Ari langsung dibawa ke Dermaga Indah Kiat, Merak untuk mendapat perawatan.

"Ari sempat bercerita, sebelum ditolong oleh KRI Rigel, dia berada di Pulau Panjang Lampung menyelamatkan diri dengan memegang bekas perahunya yang dihantam tsunami Gunung Anak Krakatau saat memancing ikan dan bertahan hidup memakan biji ketapang dan minum air mineral sisa-sisa yang mengapung di laut selama tujuh hari," kata Danlanal Banten Kolonel (P) Laut Baroyo Eko Basuki dikutip dari detikcom.


5. Aldi 'Life of Pi' hanyut 49 hari di laut lepas

Aldi Novel Adilang, pemuda asal Manado berumur 19 tahun terombang ambing selama 49 hari di laut lepas, sebelum diselamatkan Kapal Panama MV Arpeggio di Perairan Guam. Persediaan di rompong atau kapal rakitnya hanya cukup untuk seminggu, karena itu dia harus menghemat bahan makanan dan air minum.

"Minum sehari hanya tiga teguk, kalau makan biasa ikan bakar atau ikan mentah. Ketika air habis, saya minum air laut. Kaus yang saya punya, saya rendam ke air laut kemudian saya hisap air melalui kaus. Itu saya lakukan selama lebih dari 4 hari," kata Aldi.



Simak Video "Kenalan Lebih Dekat dengan Fisioterapi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)