Jumat, 16 Agu 2019 06:05 WIB

Selain Tak Ramah Lingkungan, Minum Pakai Sedotan Juga Ganggu Kesehatan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sedotan plastik (Foto: Luthfy Syahban) Sedotan plastik (Foto: Luthfy Syahban)
Jakarta - Beberapa negara telah melarang penggunaan sedotan terutama yang plastik, seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Singapura. Indonesia juga sudah mulai meninggalkan sedotan plastik dan beralih ke sedotan stainles yang bisa dipakai berkali-kali, tetapi belakangan banyak yang menganjurkan untuk tidak memakai sedotan sama sekali.



Selain berdampak pada lingkungan, ternyata sedotan ini juga mengganggu kesehatan tubuh loh! Dikutip dari Washington Post, berikut dampak buruk sedotan pada tubuh:

1. Gas dan kembung
Saat menghirup sedotan, udara juga terhirup masuk ke saluran pencernaan. Hal ini dapat membuat pencernaan tidak nyaman, terasa seperti banyak gas di dalam perut dan akhirnya menyebabkan kembung.

2. Gigi berlubang
Minum dengan sedotan juga bisa meningkatkan gigi berlubang. Ketika meminum minuman manis atau asam dengan sedotan, aliran cairan tesebut langsung terarah ke area kecil gigi. Keadaan ini akan mengikis enamel dan menyebabkan kerusakan pada gigi.

3. Bahan kimia
Sedotan sebagian besar terbuat dari polypropylene, yaitu jenis plastik yang biasanya terbuat dari minyak bumi. Bahan kimia ini terbukti dapat larut ke dalam cairan dan dapat melepaskan senyawa yang memengaruhi kadar estrogen. Terutama saat terpapar panas, minuman asam, atau sinar UV.

4. Keriput
Sering menggunakan sedotan juga dapat menyebabkan kerutan di sekitar mulut, sama seperti perokok.

5. Kalori berlebih
Minum menggunakan sedotan membuat lebih banyak cairan yang tertelan lebih cepat daripada menggunakan gelas ataupun cangkir. Itu membuat seseorang tidak bisa memperkirakan berapa banyak cairan yang ditelan, apalagi sambil menghadap layar film ataupun smartphone.



Simak Video "Sedotan dari Serat Tanaman Jadi Inovasi Kurangi Pencemaran Plastik"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)