Jumat, 16 Agu 2019 08:35 WIB

Polusi Udara Jakarta Makin Tinggi, Dampaknya Baru Terasa 3 Tahun Lagi

Firdaus Anwar - detikHealth
Kondisi langit Jakarta pada Jumat (16/8) pagi. (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom) Kondisi langit Jakarta pada Jumat (16/8) pagi. (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Pantauan AirVisual pada Jumat (16/8/2019) melihat skor Air Quality Index (AQI) Jakarta tembus angka 246. Dengan rentang nilai AQI 0-500, hal ini menandakan tingkat polusi udara Jakarta sudah sangat tidak sehat.

AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Dengan kondisi polusi udara yang kerap tinggi seperti ini, apakah penduduk Jakarta sudah mulai bisa mengalami dampak kesehatan serius?


Menurut dr Frans Abednego Barus, SpP, dari Omni Hospitals Pulomas ia sendiri belum melihat dampak langsung polusi udara Jakarta terhadap peningkatan pasien dengan penyakit tertentu. Hal ini menurutnya karena efek polusi bersifat kronis yang berarti akan muncul dalam waktu lama atau jangka panjang.

"Dampaknya kronik 3 tahun atau lebih," kata dr Frans pada detikHealth.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, mengatakan penelitian dampak polusi Jakarta yang terjadi saat ini akan diteliti. Namun demikian dampak polusi secara umum sudah bisa dilihat dari hasil penelitian sebelumnya.

"Baru mau diteliti. Data-data penelitian yang lalu-lalu tentang polusi kan sudah ada, kalau polusi yang saat ini belum," kata dr Agus.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)