Jumat, 16 Agu 2019 16:57 WIB

4 Fakta Perawatan Korban Luka Bakar, Seperti Dialami Polisi Cianjur

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Salah satu polisi yang sempat terbakar hidup-hidup.  Foto: Syahdan Alamsyah Salah satu polisi yang sempat terbakar hidup-hidup. Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta - Sejumlah 4 orang polisi terbakar hidup-hidup saat mencoba memadamkan api pada demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus di Gerbang kantor Pemkab Cianjur pada Kamis (15/8/2019).

Dilansir detikcom, dua orang mengalami luka bakar 30 persen, satu orang 50 persen. Sementara anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur, Aiptu Erwin Yudha, mengalami luka bakar 80 persen dan dilarikan ke RS Kramat Jati.

"Ada (operasi), jadi nanti dibersihkan, kemudian sel-sel mati kita bisa lepaskan sehingga akan terbentuk katakanlah jaringan baru," ujar kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak.

Dalam perawatan luka bakar, ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui. Berikut adalah 4 fakta dalam panduan penanganan luka bakar yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):


1. Keparahan juga bisa dipengaruhi usia
Dalam luka bakar memiliki tingkat derajat keparahan masing-masing. Pada umumnya, keparahan dilihat dari area permukaan yang terbakar, kedalaman luka bakar, dan seberapa luas area yang terbakar.

Selain itu, keparahan juga semakin meningkat seiring dengan usia. Sehingga walau luka bakar sekecil apapun bisa fatal pada orang yang berusia lanjut.

2. Hipotermia kerap terjadi pada anak anak
Korban luka bakar tentu memiliki risiko terekspos masalah kesehatan, misalnya infeksi dan hipotermia. Hipotermia, atau kondisi di mana suhu tubuh turun drastis, merupakan risiko yang sering terjadi pada anak-anak.

Hipotermia bisa terjadi karena luka bakar mengakibatkan hilangnya mekanisme pengaturan suhu tubuh. Oleh karena itu, pada pasien dengan luka bakar parah atau derajat yang tinggi, segera pindahkan ke rumah sakit secepat mungkin untuk dirawat karena 6 jam pertama adalah waktu yang kritis.

3. Jangan gunakan alkohol untuk membersihkan
Terkadang beberapa orang memperlakukan luka bakar sebagaimana luka lainnya, namun dalam panduannya WHO menyarankan keras untuk tidak membersihkan luka bakar dengan alkohol sama seperti saat membersihkan luka biasa.

Membersihkankan luka bakar disarankan menggunakan antiseptik berbahan dasar air. Gosok perlahan untuk menyingkirkan jaringan kulit yang mati lalu oleskan krim antibiotik (mengandung silver sulfadiazine) tipis-tipis. Sangat disarankan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

4. Pemulihan bisa sampai bertahun-tahun
Semakin tinggi derajat keparahan luka bakar, semakin lama pemulihannya, bahkan bisa sampai bertahun-tahun. Kedalaman luka dan seberapa luas permukaan yang terbakar akan mempengaruhi fase pemulihan.

Jika luka bakar bebas infeksi, maka luka bakar bisa sembuh lebih cepat. Pemulihan luka bakar awalnya akan terasa perih, kulit akan memerah, dan terasa tidak nyaman. Terkadang bahkan bisa membentuk keloid atau daging tumbuh, namun seiring waktu akan bisa hilang walau prosesnya tidak bisa diprediksi dan bisa mencapai tahunan.



Simak Video "Kisah Pasangan Suami-Istri Abdikan Hidup Jadi Relawan Inkubator"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)