Jumat, 16 Agu 2019 19:04 WIB

Balita yang Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Sempat Sulit BAB, Pengaruh Dehidrasi?

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Di rumah ini, balita mungil ditemukan memeluk jenazah ayahnya yang sudah meninggal 3 hari (Foto: Yakub Mulyono) Di rumah ini, balita mungil ditemukan memeluk jenazah ayahnya yang sudah meninggal 3 hari (Foto: Yakub Mulyono)
Jakarta - Tubuh bayi dan balita mengandung sekitar 75 persen air. Jumlah yang banyak ini membuat mereka butuh lebih banyak cairan saat mengalami dehidrasi. Jika tidak, fungsi organ akan terganggu, seperti mudah mendapat sembelit.

Dehidrasi adalah faktor utama yang membuat bayi atau balita terkena konstipasi atau sulit buang air besar atau BAB, menurut Happyfamilyorganics.com. Selain kurangnya cairan yang masuk, kurang makan makanan yang berserat juga memicu konstipasi.

Dikutip dari detikNews, balita di Jember yang ditemukan memeluk jenazah ayahnya selama 3 hari sempat tidak bisa BAB. Hal tersebut bisa terjadi jika belum banyak serat yang membantu proses pencernaannya.



"Meskipun belum BAB, tapi pipisnya banyak. Untuk suhu badan normal," kata Bidan Puskesmas Rambipuji Umu Imaroh kepada detikNews, Jumat (16/8).

Tetapi, konstipasi juga bisa terjadi jika anak alergi dengan susu formula, terjadi saat memasuki masa makan makanan padat, atau kondisi yang jarang adalah anak terkena penyakit lain seperti gangguan metabolisme, seperti dikutip dari Sittercity.

Bersamaan dengan minum air yang banyak, asupan buah dan sayur juga harus seimbang agar cepat pulih. Jika balita mengalami dehidrasi berat dan sembelit tak kunjung sembuh, segera hubungi dokter anak.



Simak Video "Tips Atasi Mata Minus dan Silinder pada Anak Balita"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)