Jumat, 16 Agu 2019 19:15 WIB

Korban Luka Bakar Butuh Asupan 6.000 Kalori untuk Pulih, Apa Maksudnya?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Polisi Terbakar Hidup-hidup. (Foto: Syahdan Alamsyah) Polisi Terbakar Hidup-hidup. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Jakarta - Pasca sempat terbakar hidup-hidup setelah mengawal demo di Cianjur, empat orang polisi kini menjalani perawatan di RS Kramat Jati. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam panduan penanganan luka bakarnya menyebutkan pasien luka bakar sangat disarankan mengonsumsi diet berkalori tinggi, bisa mencapai 6.000 kalori untuk mempercepat pemulihan.

"Kebutuhan energi dan protein pasien akan sangat tinggi karena katabolisme trauma, kehilangan panas, infeksi dan kebutuhan regenerasi jaringan. Jika perlu, beri makan pasien melalui tabung nasogastric untuk memastikan asupan energi yang memadai (cukup hingga 6000 kkal sehari)," tulis WHO dalam panduan tersebut, seperti dikutip pada Jumat (16/8/2019).

Asupan tinggi kalori ini guna mencegah penyakit seperti anemia dan malnutrisi yang bisa mencegah luka bakar pulih dengan cepat dan membuat kulit gagal beregenerasi. Secara umum, orang dewasa sehat membutuhkan 1.800 hingga 2.000 kalori per harinya.

Namun bagi pasien luka bakar, orang dewasa yang sama membutuhkan lebih banyak kalori dan juga nutrisi. Nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mempercepat pemulihan dan menutup luka adalah glukosa sebagai energi membantu pemulihan, vitamin D untuk membantu pertumbuhan sel, dan juga asam lemak omega-3 untuk mengontrol inflamasi, demikian dikutip dari Live Science.

Apabila pasien tersebut tak dapat mengonsumsi kalori lebih banyak, biasanya akan dialihkan melalui konsumsi cairan. Untuk memenuhi kebutuhan kalori yang tinggi tersebut, berikut adalah beberapa makanan yang disarankan, dirangkum dari Victorian Adult Burns Services:


1. Protein
Para pasien membutuhkan banyak protein saat pemulihan karena tubuh kehilangan protein akibat luka bakar dan otot akan mencoba untuk memproduksi ekstra energi untuk proses penyembuhan. Tambahan protein bisa membantu membangun ulang otot yang hilang.

Protein bisa didapatkan dari sumber hewani seperti daging ayam, sapi, ikan atau telur. Atau juga sumber nabati seperti tahu dan tempe.

2. Karbohidrat
Selain protein, tentu karbohidrat juga dibutuhkan untuk memenuhi kalori tinggi tersebut. Faktanya, karbohidrat (bisa dari nasi, roti, kentang, dan makananan pokok lainnya) bisa menjadi tumpukan nutrisi, karena tubuh akan mengubah karbohidrat menjadi glukosa.

Glukosa dibutuhkan sebagai energi, dan bahkan tubuh tidak bisa menggunakan sumber lainnya. Dengan memberikan energi ini untuk pemulihan, karbohidrat akan membantu protein yang dikonsumsi untuk membangun otot, ketimbang digunakan sebagai energi.

3. Lemak
Lemak juga disarankan untuk memberikan asam lemak yang esensial dan kalori ekstra. Tapi normalnya tidak lebih dari 30 persen kalori didapatkan dari lemak, dan sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsinya karena bisa melemahkan sistem imun.

Semua nutrisi dan kalori harus didapatkan, karena sangat penting untuk bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dan dibutuhkan. Diet yang cukup dapat mengurangi kerusakan akibat massa otot yang hilang dan energi dan protein yang tersimpan.



Simak Video "Lucu! Ajak Perangi Narkoba, Polisi Ini Pakai Goyang PPAP "
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)