Senin, 19 Agu 2019 21:49 WIB

Kesehatan Jemaah Haji Akan Dipantau Hingga 3 Pekan Sepulang dari Tanah Suci

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek menyambut kedatangan jemaah haji (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth) Menkes Nila F Moeloek menyambut kedatangan jemaah haji (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Jakarta - Kementerian Kesehatan akan memantau kondisi kesehatan jemaah haji hingga tiga pekan sejak pulang dari tanah suci. Disediakan pula Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) untuk melakuan pengobat di Puskesmas maupun rumah sakit.

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, mengatakan sangat menjaga betul kesehatan jemaah pasca melakukan ibadah haji.

"Kami awasi selama 3 minggu. Jadi jika ada yang deman, mual, muntah-muntah, nyeri langsung diarahkan untuk berobat ke Puskesmas atau rumah sakit dengan menunjukkan kartu K3JH itu. Jadi, kita bisa observasi dan melalukan tindakan apabila terjadi sesuatu," jelas Menkes Nila saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (19/8/2019).



Keberadaan Kartu K3JH juga membantu ketika jemaah haji kemungkinan terdeteksi terinfeksi virus seperti meningitis, MERS (Middle East Respiratory Syndrome), dan Ebola.

"Kartu tersebut juga bisa digunakan untuk melakukan perawatan infeksi virus di RS Sulianti Saroso, yang memang khusus untuk infeksi," kata Menkes Nila.

Hingga saat ini, belum ada jemaah yang terinfeksi virus MERS, Ebola, ataupun meningitis. Kemenkes terus memantau keadaan seluruh jamaah yang sudah sampai di Tanah Air untuk mencegah kemungkinan terinfeksi.

"Dari awal kami mengimbau dan menginjeksi untuk mencegah virus-virus itu masuk ke tubuh jemaah. Itulah manfaat dari injeksi yang dilakukan sebelum jemaah haji pergi ke Tanah Suci," imbuhnya.



Simak Video "Kampanye Positif Tingkatkan Kepedulian dan Pemahaman Soal Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)