Selasa, 20 Agu 2019 11:53 WIB

Hobi Merokok Seperti Pelatih Juventus, Risiko Pneumonia 3 Kali Lebih Tinggi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri sakit pneumonia. Foto: Fred Lee/Getty Images Pelatih Juventus, Maurizio Sarri sakit pneumonia. Foto: Fred Lee/Getty Images
Jakarta - Baru-baru ini, Pelatih Juventus, Maurizio Sarri (60) jatuh sakit dan didiagnosis dengan pneumonia. Hal ini tidak terlepas dari hobi merokoknya. Rokok sudah seperti bagian utama dalam aktivitas pelatih itu. Bahkan mengaku merokok 60 batang per hari.

"Pada sore hari, dia (Sarri -red) menjalani tes lebih lanjut yang memastikan dia menderita pneumonia dan sudah melakukan terapi khusus. Pelatih telah memberi wewenang kepada klub untuk mengomunikasikan keadaan kesehatannya, tulis pernyataan Juventus seperti yang diberitakan detikcom, Selasa (20/8/2019).

Rokok memang menjadi biang keladi bagi masalah kesehatan tubuh. Bahkan menurut sebuah penelitian, baik pria maupun wanita yang merokok lebih dari 20 batang per hari memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk terkena pneumonia daripada orang yang tidak merokok.



"Risiko mantan perokok sama dengan perokok saat ini, sekitar 2,14. Setelah 5 tahun tidak merokok, risiko mendapatkan pneumonia berkurang," kata salah satu peneliti, Carlos A. Gonzalez, PhD dikutip dari Science Daily.

Menurut para peneliti dari Institute of Epidemiological and Clinical Research, Hospital of the Consorci Sanitari de Mataro, Barcelona, Spanyol, sifat fisik dan kimia asap rokok menyebabkan stres oksidatif pada manusia dan perubahan dalam respon sel-sel inflamasi.

Penelitian ini melibatkan 112 pria dan 93 wanita yang mengidap pneumonia. Di antara pasien itu, hampir 65 persen adalah perokok. Hasilnya pun dipublikasikan dalam jurnal CHEST American College of Chest Physicians.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)