Rabu, 21 Agu 2019 06:31 WIB

Round-Up

Ketika Tes Kesehatan Pelaku 'Seks Gangbang' Ungkap Status Infeksi HIV

Firdaus Anwar - detikHealth
Sangat penting untuk tahu status HIV (Foto: iStock) Sangat penting untuk tahu status HIV (Foto: iStock)
Jakarta - Sebelumnya sempat heboh video porno 'seks gangbang' di Garut yang membuat masyarakat resah. Polisi bergerak dan kini telah menangkap tiga pelaku yang terdiri dari satu orang wanita dan dua pria.

Dalam pengembangan kasus terungkap kalau salah satu pelaku bernama A alias Rayya (31) positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pria yang merupakan bos salon ini disebut Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kondisi infeksinya mulai parah sejak lima bulan lalu.

"Untuk tersangka inisial A dinyatakan positif mengidap HIV," ujar Maradona di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Selasa (20/8/2019).



Infeksi HIV sendiri adalah kondisi yang hingga saat ini masih sulit disembuhkan secara total. Perilaku seks berisiko, termasuk berganti-ganti pasangan seksual, jadi salah satu cara penularannya.

Berkaca dari kasus tersebut tidak ada salahnya bagi kita untuk waspada dan melakukan tes HIV sebelum terlambat. Ahli menyebut masih ada orang yang enggan tes HIV karena alasan takut mengetahui hasil atau percaya diri karena merasa tidak berisiko dan dalam kondisi sehat.

Kenyataannya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memperkirakan ada 630 ribu orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di 2018. Dari jumlah tersebut, hanya 48 persen yang mengetahui statusnya.



Kepala Sub Direktorat HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Kemenkes Endang Budi Hastuti menyebut di Indonesia tes HIV dan obat antiretroviral (ARV) bisa diakses gratis di fasilitas kesehatan termasuk puskesmas.

"Tes HIV AIDS bisa diperoleh gratis di 5.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Sekitar 3.000 adalah puskesmas yang aksesnya lebih dekat dengan masyarakat," kata Endang pada perayaan hari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) Sedunia Desember lalu.

Tes HIV sendiri tidak lebih rumit dari tes darah pada umumnya, bahkan cuma perlu waktu sekitar 10 menit untuk tahu hasil. Dibutuhkan tidak lebih dari 1 cc darah untuk diteteskan bersama reagen tertentu.

Jika hasilnya positif bisa langsung berobat, sedangkan jika negatif maka dianjurkan untuk periksa lagi 3 bulan kemudian untuk mengantisipasi kemungkinan virus belum terdeteksi selama periode jendela.



Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)