Rabu, 21 Agu 2019 16:43 WIB

Soal Vitamin Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Muara, BPOM Bantah Kecolongan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilistrasi minum obat. (Foto: iStock) Ilistrasi minum obat. (Foto: iStock)
Jakarta - Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara saat ini tengah disoroti karena memberi vitamin kedaluwarsa kepada pasiennya yang tengah hamil. Karenanya, pasien yang bernama Novi Sri Wahyuni mengalami beberapa keluhan setelah mengonsumsi obat tersebut.

"Muntah muntah. Perut sakit. Sakit kepala. Sekarang masih batuk. Sakit. Masih sakit perutnya. Melilit," tutur Novi dikutip dari CNN Indonesia beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku telah sering melalukan inspeksi dan razia ke puskesmas secara berkala. Lalu, apa kasus kali ini BPOM kecolongan?


"Itu bukan kecolongan ya. Itu memang apotekernya lalai saja jadi bukan kecolongan," tegas Rita Endang, Apt, MKes, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif BPOM kepada detikHealth, Rabu (21/8/2019).

Rita mengatakan kejadian yang menimpa Puskesmas Kamal Muara adalah kelalaian dari pihak apoteker dan untuk penanganan lebih lanjut akan diserahkan ke dinas kesehatan terkait. Sebab semua obat yang dikeluarkan BPOM telah melalui serangkaian aturan seperti pemberian izin edar dan tanggal kedaluwarsa.

"Penanggung jawab apoteker harus tahu tanggal kedaluwarsa ya," tutupnya.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)