Rabu, 21 Agu 2019 23:36 WIB

Insomnia atau Cuma Belum Mengantuk? Kenali Ciri-cirinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Bagaimana mau tidur, timeline di medsos ramai terus (Foto: iStock) Bagaimana mau tidur, timeline di medsos ramai terus (Foto: iStock)
Jakarta - Tidak tidur saat malam mungkin pernah sesekali dilakukan, yang pada kenyataannya cukup umum. Namun, untuk terlalu sering tidak tidur malam dapat membuat produktivitas di pagi hari akan terganggu. Hal ini sering disebut dengan insomnia.

Insomnia termasuk dalam golongan masalah kronis. Gangguan ini merupakan kesulitan tidur yang berkelanjutan. Sebagian besar kasus insomnia terkait dengan kebiasaan kurang tidur, depresi, kurang olahraga, maupun obat-obatan tertentu. Gangguan tidur ini dapat menyebabkan kecemasan, mudah tersinggung, hingga masalah berkonsentrasi.

Dikutip dari Huffingpost, berdasarkan penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania, menemukan bahwa 25 persen orang Amerika mengalami insomnia akut setiap tahun. Kesulitan tidur dalam penelitian ini diklasifikasikan terjadi selama tiga malam dalam seminggu, atau setidaknya dua minggu berturut-turut.



Para ahli mengemukakan 2 ciri pada seseorang yang kemungkinan menderita kesulitan tidur atau insomnia sebagai berikut:

1. Mengalami Kesulitan Tidur
Seorang spesialis obat tidur di Virginia Mason Medical Center di Seattle, Brandon Peters-Mathews, mendefinisikan insomnia sebagai kesulitan tidur atau tertidur. Brandon mengatakan, orang yang menderita insomnia ditandai dengan menghabiskan 20 hingga 30 menit untuk mencoba tidur.

Selain itu, menurut Anita Shelgikar, Kepala Divisi Obat Tidur di University of Michigan Sleep Disorders Center, bangun lebih awal pun menjadi salah satu gejala insomnia.

"Jika kamu sering terbangun pada tengah malam, itu bisa menjadi ciri-ciri dari insomnia," jelas Anita.

2. Lebih Mudah Tersinggung atau Cemas
Menurut Peters-Mathews, tidur dengan suasana hati saling beriringan. Jika siklus tidur tidak teratur atau buruk, hal ini dapat membuat suasana hati menjadi cemas, depresi, dan mudah marah. Ini bisa lebih memperburuk kualitas tidur. Selain itu, insomnia juga dapat menyebabkan kelelahan di siang harinya, seperti sulit berkonsentrasi dan memperburuk ingatan jangka pendek.

Ada beberapa faktor lain yang bisa membuat seseorang menjadi insomnia. Faktor prediposisi yaitu hubungan genetika atau kondisi medis yang membuat beberapa orang rentan terhadap insomnia. Selain itu, terlalu stress dan sering menggulir timeline Instagram walaupun hanya beberapa menit juga bisa mencegah untuk tidur.

Insomnia juga memiliki beberapa risiko, khususnya pada wanita yang bisa menyebabkan perubahan hormon, seperti menopause. Para ahli menyarankan, jika sudah menyadari adanya tanda-tanda tersebut, segera berkonsultasi ke dokter. Ini dilakukan untuk mengembalikan siklus tidur menjadi kembali normal.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)