Kamis, 22 Agu 2019 11:56 WIB

5 Fakta Unik HIV, Penyakit yang Diidap Pelaku 'Seks Gangbang' Garut

Firdaus Anwar - detikHealth
Pelaku video porno di Garut positif HIV. (Foto: iStock) Pelaku video porno di Garut positif HIV. (Foto: iStock)
Jakarta - Salah satu pria pelaku kasus video porno 'seks gangbang' di Garut positif terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Hal ini terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan kesehatan terhadapnya.

"Untuk tersangka inisial A dinyatakan positif mengidap HIV," kata Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng beberapa waktu lalu.

Pengungkapan status HIV pelaku 'seks gangbang' ini menarik perhatian tersendiri pada HIV. Sampai sekarang infeksi HIV jadi salah satu penyakit yang ditakuti dan menjadi stigma di tengah masyarakat.

Memang apa sih sebetulnya HIV itu? Berikut fakta-faktanya yang dirangkum detikHealth dari berbagai sumber.


1. Menginfeksi sistem imun

Sesuai namanya HIV membuat kerusakan di dalam tubuh karena secara spesifik menyerang sistem imun. Dampaknya tubuh seorang pengidap akan kehilangan kemampuan melawan penyakit lain hingga akhirnya terserang berbagai infeksi.

Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sebutan untuk tahap lanjut infeksi HIV di mana tubuh seorang pengidap sudah terserang banyak penyakit infeksi termasuk kanker yang berkaitan.

2. Menular lewat berbagai cara

Dikutip dari lembar fakta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HIV diketahui bisa menyebar lewat jalur hubungan seks vaginal, anal, maupun oral. Untuk menghindari hal tersebut selalu disarankan untuk memakai pengaman seperti kondom.

Selain itu HIV juga bisa menular lewat transfusi darah yang terkontaminasi, pemakaian jarum atau alat tajam terkontaminasi, dan terakhir dari ibu ke anak lewat kandungan hingga air susu.

3. Infeksi bukan akhir

Salah satu hal yang membuat HIV begitu ditakuti adalah karena belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya. Namun demikian kini sudah ada terapi antiretroviral (ART) yang bisa menekan perkembangan virus di dalam tubuh.

Prof Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, dari Fakultas Kedokter Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo mengatakan pasien HIV yang sukses menerima ART bisa hidup normal seperti orang lain. Usia harapan hidupnya tidak jasuh berbeda dengan orang-orang yang tidak terinfeksi.

4. Dua orang sembuh

Meski sebelumnya disebut belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan HIV, dalam sejarah medis diketahui ada dua orang pasien HIV di dunia yang bisa dikategorikan 'sembuh fungsional'. Dua pasien itu disebut pasien Berlin dan pasien London.

Keduanya dikatakan sembuh karena HIV tidak lagi terdeteksi dalam darah meski keduanya berhenti mengonsumsi obat antiretroviral. Diketahui mereka menjalani transplantasi sumsum tulang untuk mengobati penyakit kanker.

Peneliti menyebut kemungkinan mutasi genetik pada sistem imun dari sumsum tulang yang baru jadi kunci kesembuhan HIV.

5. Tes mudah dan sederhana

Tes HIV sendiri tidak lebih rumit dari tes darah pada umumnya, bahkan cuma perlu waktu sekitar 10 menit untuk tahu hasil. Dibutuhkan tidak lebih dari 1 cc darah untuk diteteskan bersama reagen tertentu.

Jika hasilnya positif bisa langsung berobat, sedangkan jika negatif maka dianjurkan untuk periksa lagi 3 bulan kemudian untuk mengantisipasi kemungkinan virus belum terdeteksi selama periode jendela.

Tes HIV bisa dilakukan gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.



Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)