Kamis, 22 Agu 2019 12:50 WIB

Pemeran Video 'Seks Gangbang' Garut Positif HIV, Berikut 3 Tahap Infeksi HIV

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi HIV, penyakit yang diidap pelaku seks gangbang Garut. (Foto: iStock) Ilustrasi HIV, penyakit yang diidap pelaku seks gangbang Garut. (Foto: iStock)
Jakarta - Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada salah satu tersangka pelaku pemeran 'seks gangbang' di Garut menunjukkan bahwa dirinya positif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Karena alasan kesehatan tersebut, pria yang berprofesi sebagai bos salon ini belum ditahan karena kondisi infeksinya mulai parah sejak lima bulan terakhir.

Infeksi HIV memiliki 3 tahap pengembangan. Tanpa pengobatan dan perawatan khusus, penyakit tersebut akan memburuk seiring waktu dan akhirnya mengacaukan sistem kekebalan tubuh. Berikut 3 tahapannya dikutip dari WebMD


1. Tahap pertama: Infeksi HIV Akut
Banyak orang yang tidak menyadari mereka telah terinfeksi HIV namun dalam beberapa waktu, terdapat gejala yang akan muncul. Ini adalah ketika sistem kekebalan tubuh mulai melakukan perlawanan biasanya dalam 2 sampai 6 minggu setelah terserang virus yang disebut sindrom retroviral akut atau infeksi HIV primer.

Gejala awalnya mirip dengan penyakit virus lain dan seringkali disamakan dengan flu. Adapun gejalanya antara lain sakit kepala, lelah, otot dan tenggorokan sakit, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam merah tak gatal dan demam.

2. Tahap kedua: Infeksi HIV Kronis
Setelah imun kalah melawan virus HIV, gejala infeksi yang mirip flu akan otomatis menghilang. Dokter dapat menyebutnya periode laten asimptomatik atau klinis. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala yang dapat dilihat atau dirasakan. Seseorang bisa tidak menyadari mengidap HIV karena tahap ini bisa bertahan 10 tahun bahkan lebih.


Pada tahap ini, infeksi HIV yang tidak diobati akan menghancurkan sistem imun dan sel CD4. Jika sel T CD4 menyusut, tubuh makin rentan terhadap infeksi lain. Apabila obat antiretroviral diminum pada fase ini, sistem imun dapat dibangun kembali dan mencegah penyebaran virus.

3. Tahap ketiga: AIDS
Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah tahap lanjut dari infeksi HIV. Seseorang juga didiagnosis AIDS jika memiliki penyakit yang terdefinisi AIDS seperti sarkoma kaposi atau sejenis kanker kulit dan pneumonia. Jika sebelumnya tidak tahu terinfeksi HIV, seseorang akan menyadarinya setelah memiliki gejala:

- Lelah terus menerus
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau pangkal paha
- Penurunan berat badan tanpa alasan
- Muncul bintik ungu
- Sesak napas
- Diare
- Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina
- Muncul memar dan pendarahan tanpa sebab

Orang dengan AIDS yang tidak minum obat diprediksi hanya bertahan hidup sekitar 3 tahun, bahkan lebih sedikit jika mereka mendapatkan infeksi berbahaya. Tetapi HIV masih bisa diobati pada tahap ini. Jika mulai menggunakan obat-obatan HIV, tetaplah menggunakannya, ikuti saran dokter mengenai kondisi lain.

Dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup sehat, seseorang yang terinfeksi HIV/AIDS dapat hidup normal.



Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)