Kamis, 22 Agu 2019 16:18 WIB

Takut Kecolongan Jual Obat Kedaluwarsa, Apakah Apotek Online Aman?

Kintan Nabila - detikHealth
Ancaman obat palsu dan kedaluwarsa (Foto: iStock) Ancaman obat palsu dan kedaluwarsa (Foto: iStock)
Jakarta - Dengan adanya teknologi kesehatan digital atau eHealth, masyarakat dimudahkan dengan pelayanan kesehatan. Salah satunya ketika memesan dan membeli obat.

Deloitte Indonesia, Bahar Law Firm dan CHAPTERS (Center for Healthcare Policy and Reform Studies) meluncurkan hasil riset tentang perkembangan teknologi kesehatan digital (eHealth). Termasuk di dalamnya adalah pengobatan jarak jauh (Telemedicine), berkonsultasi dengan dokter (Teleconsultation), serta mendapatkan resep hingga memesan dan membeli obat secara online.

Namun, sejauh mana kita bisa memercayai apotek berbasis online sementara apotek offline sekalipun sempat kecolongan? Seperti baru-baru ini, ada kejadian ibu hamil yang diberi vitamin kedaluwarsa oleh puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara.

Chairman CHAPTERS Indonesia, Luthfi Mardiansyah, menegaskan apotek berbasis online harus memiliki regulasi yang jelas.

"Pastikan kita beli di apotek yang resmi dan apoteknya beli di distributor yang resmi juga," katanya pada detikHealth di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Kamis (22/8/2019)



Ia menambahkan, apotek yang ikut dalam program eHealth harus memenuhi ketentuan seperti memberikan obat berkualitas yang sesuai resep dokter. Untuk mengindari adanya obat palsu dan obat kedaluwarsa.

"Tiga bulan sudah mau expired, biasanya dikembaliin ke distributornya. Jadi enggak sampai ada kejadian kadaluarsa," katanya.

Namun, Luthfi mengeluhkan saat ini banyak juga apotek-apotek yang masih bandel. Apotek resmi saja menjual obat murah apalagi apotek tidak resmi.

"Biasanya ada resep yang enggak ada obatnya, terus obatnya diganti sama apotek. Itu kan jadi merugikan masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Hati-hati! Obat Penyakit Diabetes Paling Banyak yang Dipalsukan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)