Jumat, 23 Agu 2019 05:01 WIB

Diam-diam, FKUI Patenkan 3 Temuan Seputar Terapi Kanker Payudara

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Butuh proses panjang untuk bisa mematenkan sebuah temuan medis (Foto: iStock) Butuh proses panjang untuk bisa mematenkan sebuah temuan medis (Foto: iStock)
Jakarta - Temuan baru di bidang pengobatan, khususnya kanker payudara, senantiasa dinantikan. Baru-baru ini, seorang ilmuwan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mendapatkan 3 paten seputar terapi kanker payudara.

Di bawah pimpinan Prof Dr. rer. physiol. dr. Septelia Innawati PhD, tim ilmuwan dari Human Cancer FKUI baru saja mendapat paten atas temuan senyawa andrografolida dari daun sambiloto. Senyawa ini bisa memerangi sel kanker payudara dan dijuluki 'Jamu Pemburu Bibit Kanker'.

"Salah satunya itu tekniknya, mekanisme kerjanya yang kita dapat patennya. Jadi setiap langkah yang kita kerjakan, kalau memang baru, kita patenkan," kata Dekan FKUI, Prof Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, saat dihubungi detikHealth, Kamis (22/8/2019).



Senyawa andrografolida merupakan bahan alami yang aman bagi sel normal, tetapi mampu membunuh sel punca kanker payudara yang dianggap 'bibit kanker'. Inovasi jamu ini sudah dibuktikan dengan uji in-silico dan in-vitro pada sel punca kanker payudara CD24-/CD44+ yang punya ketahanan hidup lebih tinggi dibanding sel kanker payudara lain.

Meski telah dipatenkan, penelitiannya masih terus berlangsung hingga saat ini. Pasalnya inovasi ini terus dikembangkan agar siap dijual di pasaran.

Proses hingga sampai dipatenkan membutuhkan waktu yang lama, yakni 4 tahun.

"Sambiloto ini ongoing terus, masih panjang perjalanannya kita konsisten," ujar Prof Ari.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)