Jumat, 23 Agu 2019 16:45 WIB

Satpam Tewas Digigit Ular, Ini Pertolongan Pertama Gigitan Ular Berbisa

Firdaus Anwar - detikHealth
Jangan anggap remeh gigitan ular berbisa. (Foto ilustrasi: Soe Zeya Tun/Reuters) Jangan anggap remeh gigitan ular berbisa. (Foto ilustrasi: Soe Zeya Tun/Reuters)
Jakarta - Seorang satpam di kompleks Cluster Michella, Gading Serpong, tewas usai digigit ular berbisa. Menurut keterangan satpam yang diketahui bernama Iskandar tersebut sempat berusaha menghisap luka, diduga untuk mengeluarkan bisa, namun nyawanya tidak tertolong.

"Iya dia sempat isap darahnya terus dibuang," kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Effendi saat dihubungi detikcom, Jumat (23/8/2019).

Mengomentari kasus ini dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) menjelaskan kalau mengisap luka bukan cara yang tepat untuk mengeluarkan bisa ular. Hal tersebut hanya mitos yang mungkin malah memperparah kondisi.


"Mitosnya luka itu disedot. Itu malah enggak boleh karena nggak yakin apakah mulutnya bersih tidak ada luka. Kalau disedot kemudian ada luka kaya gigi bolong atau sariawan otomatis bisanya masuk lewat mulut," kata dr Wisnu.

Tindakan pertolongan pertama yang tepat saat menghadapi gigitan ular berbisa adalah dengan memasang bebat dan membidai daerah luka. Alasannya dijelaskan dr Wisnu untuk meminimalisir gerakan otot sehingga racun tidak cepat menyebar.

Namun harus diperhatikan agar ikatan pada daerah yang luka tidak terlalu kuat sehingga darah tetap bisa mengalir. Bila aliran darah tertutup total risikonya malah bisa memicu kematian jaringan berujung amputasi.

"Kalau memang ada luka gigit langsung organ diistirahatkan atau diimobilisasi kaya patah tulang. Dibebat tapi pakai yang elastis terus langsung bawa ke rumah sakit biar dokter atau tenaga medis yang menilai luka," pungkas dr Wisnu.



Simak Video "Kisah Pasangan Suami-Istri Abdikan Hidup Jadi Relawan Inkubator"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)