Minggu, 25 Agu 2019 22:37 WIB

Eks Panglima Laskar Jihad Meninggal karena Sakit Jantung, Kenali Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib (Opik-detikcom) Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib (Opik-detikcom)
Jakarta - Mantan Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib meninggal dunia setelah sekian lama mengidap penyakit jantung. Selama menjadi tahanan Mabes Polri yang dititipkan di sel Polda Sulsel, beberapa kali Jafar mendapatkan perawatan meski tidak sesering saat dia bebas.

"Iya sudah sakit-sakitan. Sebelum ditangkap, dia sempat berobat ke Malaysia. Dia mengidap penyakit jantung dan di tahanan tetap mendapatkan perawatan," kata penasihat hukum Jafar, Achmad Michdan, kepada detikcom, Minggu (25/8/2019).

Penyakit jantung adalah ancaman kesehatan nomor satu di dunia. Berbagai faktor dan kondisi dapat mempengaruhi munculnya penyakit ini. Dikutip dari Healthline, berikut faktor yang dapat mempengaruhinya:



1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama munculnya penyakit kardiovaskular ini. Dilansir dari detik.com, Tekanan darah sering jadi 'silent killer' karena umumnya tak sadar akan seberapa tinggi tekanan darah dan risiko mereka hingga mengalami serangan jantung. Orang dengan hipertensi berisiko serangan jantung 5 kali lipat daripada yang tidak hipertensi.

2. Kolesterol tinggi

Kadar kolesterol yang normal berada tidak lebih dari 200 mg/dL. Orang dengan kolesterol tinggi memiliki kemungkinan dua kali lipat mengidap penyakit jantung. Ini menjadi sumber utama dalam mengembangkan penyakit jantung, tidak terkecuali orang dengan kadar kolesterol normal. Tak hanya dilihat dari angkanya, namun dari bagaimana fungsi dari kolesterol tersebut.

3. Diabetes

Orang dewasa dengan diabetes 2 hingga 4 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung dibandingkan orang yang tidak mengidapnya. Jika kadar gula darah naik, maka akan merusak tubuh secara perlahan dan bertahap. Tingginya gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh berat badan, tapi asupan makanan juga berperan.



4. Depresi

Orang dewasa dengan gangguan depresi atau gejala depresi memiliki risiko 64 persen lebih besar. Menurut penelitian, depresi dapat memunculkan penyakit arteri koroner. Depresi juga bisa disebabkan oleh diabetes atau kadar gula yang tinggi.

5. Obesitas

Kegemukan atau kelebihan berat badan menjadi faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk penyakit kardiovaskular. Ini disebabkan karena menumpuknya lemak yang dapat menghimpit jantung. Orang obsesitas biasanya juga memiliki penyakit lainnya, termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi.

6. Perilaku yang berisiko terkena penyakit jantung

Merokok adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular dan menyebabkan sekitar 1 dari setiap 4 kematian. Selain itu, pola makan yang buruk dapat mendukung munculnya penyakit jantung. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan gagal jantung kongestif.



Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)