Senin, 26 Agu 2019 18:00 WIB

Harapan Dokter Paru Soal Polusi Udara di Ibu Kota Baru

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Polusi udara (Foto: iStock)
Jakarta - Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur telah ditetapkan sebaga ibu kota yang baru oleh Presiden Joko Widodo. Tentu saja perhatian masyarakat saat ini banyak yang tertuju ke sana. Kondisi udara di sana pun tidak luput dari perhatian masyarakat, apakah aman atau sama saja dengan Jakarta.

Dokter ahli paru di RS Paru Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, mengatakan kualitas udara akan tetap baik kalau hutannya pun baik. Ini akan menekan angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Jika keadaan hutannya tidak terjadi kebakaran atau seamcamnya, pasti kualitas udaranya akan lebih baik dari Jakarta. Tentu saja hal ini akan mengurangi potensi penderita ISPA," jelas dr Erlang pada detikHealth, Senin (26/8/2019).



dr Erlang mengatakan, ISPA akan meningkat seiring dengan semakin buruknya kualitas udaranya. Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki tingkat pencemaran udara yang rendah.

"Kualitas udaranya masih di bawah ambang baku mutu lingkungan, jadi pencemaran udaranya juga masih rendah. Itu berkemungkinan penderita ISPA juga rendah," ujarnya.

Ketika kadar pencemaran naik, dr Erlang menyarankan untuk menggunakan masker dan terus menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil.

"Disarankan untuk menggunakan masker, hindari aktvitas di luar ruangan, dan banyak makan seperti buah dan sayur sebagai antioksidan serta minum yang bergizi," sarannya.



Simak Video "Kapan Waktu yang Tepat untuk Gunakan Masker atau Respirator?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)