Rabu, 28 Agu 2019 18:58 WIB

Obat Kanker Payudara Trastuzumab Emtasine Belum Ditanggung BPJS Kesehatan

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Ilustrasi pasien BPJS Kesehatan. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth Ilustrasi pasien BPJS Kesehatan. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth
Jakarta - Pengobatan kanker payudara bisa bermacam-macam sesuai tingkat keparahannya. Salah satu obat yang kini cukup diandalkan adalah trastuzumab emtasine yang dianggap lebih efektif. Namun, penggunaannya saat ini belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sebelumnya sudah ada obat trastuzumab yang ditanggung BPJS sekitar Rp 80 juta. Obat ini adalah versi mutakhirnya.

"Masuk dalam BPJS iya, tetapi cuma 8 kali. Belum (untuk trastuzumab emtasine) tetapi bisa diakses secara reguler," ungkap dokter onkologi RS Cipto Mangunkusumo, dr Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, FINASIM pada Rabu (28/8/2019).



Trastuzumab emtasine adalah obat kanker payudara yang di Indonesia ditujukan pada pasien stadium IV dan sebagai solusi untuk melawan sel kanker HER2-positif. Keunggulannya, dalam satu obat terdapat sinergi antara terapi dan kemo yang punya efek samping lebih minimal.

Penggunaan obat diberikan dari infus setiap 3 minggu sekali yang bisa didapat di RS tipe A. Meski dibilang lebih mutakhir, harganya cenderung lebih mahal sekitar 3 kali lipat dibandingkan obat trastuzumab yang lebih dulu ada.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)