Jumat, 30 Agu 2019 06:00 WIB

Masih Jumat Tapi Sudah Kepikiran Libur, Tandanya Tak Bahagia Saat Kerja?

Kintan Nabila - detikHealth
Weekend sudah di depan mata, ayo semangat! (Foto: iStock) Weekend sudah di depan mata, ayo semangat! (Foto: iStock)
Jakarta - Tahun 2020 telah ditetapkan ada 16 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama. Nah, biasanya kebanyakan orang akan bersemangat saat mendengar kata libur? Apakah tandanya dia tidak bahagia dengan pekerjaanya?

Psikolog Veronica Adesla dari personal Growth mengatakan, setiap orang perlu rehat. Waktu untuk liburan, refreshing, relaxing bersama keluarga dan teman, harus diseimbangkan dengan waktu kerja.

"Belum tentu orang yang senang libur, dia enggak bahagia sama pekerjaannya. Sesuka apapun kita sama pekerjaan, tetep butuh waktu rehat," katanya pada detikHealth, Rabu (28/8/2019).



Ia menambahkan, mungkin saat ini banyak perusahaan yang lebih fleksibel soal jam kerja. Kkaryawan yang bisa kerja di manapun tanpa harus ke kantor, tapi di satu sisi tuntutan kerjanya pun semakin berat dan target yang harus dicapai semakin tinggi.

"Seiring dengan beratnya tuntutan ini. kebutuhan kita untuk senang-senang dan relaksasi juga tinggi. Makanya kalau ada libur panjang hepi lah orang-orang," jelasnya.

Kenapa sih kita perlu liburan? Veronica menjelaskan, dengan liburan kita mengasah aspek kehidupan yang lain. Seperti, aspek interpersonal kita. Mungkin di tempat kerja interpersonal memang ada, tapi konteksnya perkerjaan.

"Kita keluar dari rutinitas untuk menikmati hidup dengan sesuatu yang berbeda. Liburan bisa membuat kita sehat secara mental karena tanpa itu tense kita jadi tinggi," pungkasnya.





Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)