Jumat, 30 Agu 2019 16:14 WIB

Berdampak Buruk Bagi Kejiwaan, Stop Viralkan Video Korban Perkosaan di Bogor!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pemerkosaan anak. Foto: Zaki Alfarabi / detikcom Ilustrasi pemerkosaan anak. Foto: Zaki Alfarabi / detikcom
Jakarta - Viralnya berita dan video korban terkait kasus pemerkosaan di Bogor memberikan dampak yang buruk bagi kejiwaan. Saat korban melihat itu, keadaan psikisnya akan terganggu dan dapat mengalami trauma yang berkelanjutan.

Anna Surti Ariana, S Psi, M Si, Psikolog, menjelaskan menyebarnya berita maupun video yang berkaitan dengan kasus pemerkosaan tersebut, dapat mengganggu kondisi kejiwaan korban. Si korban akan merasa tertekan, cemas, takut, dan malu, yang bisa saja akan berkelanjutan sampai dewasa nanti.

"Saat si korban melihat video maupun berita tersebut, keadaan psikisnya akan terganggu. Bisa jadi muncul sindrom-sindrom lainnya yang disebabkan karena berita tentangnya diketahui orang banyak. Dampak ini juga bisa saja membekas hingga dia dewasa nanti. Jadi berhenti memviralkannya," jelas Anna pada detikHealth, Jumat (30/8/2019).



Tak hanya pada korban, orang dewasa sekali pun yang dulunya pernah mengalami hal serupa, bisa mengalami efek yang serupa setelah melihat berita tersebut. Bisa jadi, permasalahannya akan lebih berkelanjutan yang menimbulkan ketakutan yang tidak rasional.

"Tidak hanya untuk korbannya itu, orang dewasa yang dulunya pernah mengalami kejadian yang mungkin hampir sama, bisa mengalami trauma yang berkelanjutan. Misalnya dia akan teringat lagi walaupun memang pelaku ataupun lokasinya berbeda, merasa deg-degan, terserah panic attack, dan kecemasan serta ketakutan yang tidak rasional. Ini bisa berkepanjangan dan mempengaruhi pola hidupnya," ujarnya.

Pola hidupnya yang akan terganggu seperti tidak mau untuk keluar rumah, anti-sosial, mudah tersingung, dan sering marah-marah karena hal yang tidak bisa dijelaskan. Anna menyarankan agar menjauhkan berita dan video dari orang yang pernah mengalaminya.

"Sebisa mungkin kita bantu mereka untuk melupakan kejadian itu, demi kondisi kejiwaan mereka. Rangkul mereka agar segera lupa dan tenang dengan hal yang telah terjadi. Selain itu untuk yang menyebarkan, berhenti untuk memviralkan itu, karena hal seperti ini bisa menimbulkan trauma akut bagi korban saat ini maupun orang yang pernah mengalaminya," imbuhnya.



Simak Video "Viral Cerita Karyawan Sakit Leher Menahun Karena Kelamaan Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)