Minggu, 01 Sep 2019 17:16 WIB

Sebelum Dibuang, Obat Kedaluwarsa Baiknya Dihancurkan Terlebih Dahulu

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ke mana harus membuang obat kedaluwarsa? Foto: iStock Ke mana harus membuang obat kedaluwarsa? Foto: iStock
Jakarta - Obat kedaluwarsa tak lagi dijamin bermanfaat bagi konsumen. Meski tak lantas mengancam nyawa, efek kontraproduktif berisiko mengakibatkan masyarakat tak segera kembali sehat.

Produk obat ternyata tak bisa dibuang sembarangan, karena berisiko kembali beredar di masyarakat. Bentuk pembuangan yang ideal adalah menyerahkan pada dinas lingkungan setempat.

"Untuk masyarakat umum, karena menjadi limbah rumah tangga bisa dibuang di tempat sampah. Yang penting harus dirusak dulu produk dan kemasannya supaya tidak disalahgunakan," kata Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah pada Minggu (1/9/2019).


Obat dengan berbagai bentuk dan senyawa aktif sebetulnya tergolong dalam limbah berbahaya (B3). Produk yang sudah kedaluwarsa harus diolah terlebih dulu, misal dimasukkan dalam insanerator untuk obat berbentuk sirup, sebelum dilepas ke lingkungan.

Dengan kondisi tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyarankan mengembalikan obat kedaluwarsa ke apotek tempat membeli produk. Apotek akan mengolah obat tersebut sebelum dikirim ke tempat pembuangan.

"Kita sudah bekerja sama dengan 1000 apotek di 15 kota. Apotek ini nanti akan dilengkapi dengan perlengkapan dan petunjuk soal pembuangan obat yang benar. Jangan sampai limbah obat yang sudah memerlukan sumber daya besar jadi mencemari lingkungan," kata Penny.

Sebanyak 527 dari seribu apotek yang sudah menjalin kerja sama berada dalam jaringan Kimia Farma. Sementara 15 kota yang telah meluncurkan cara membuang obat yang benar selain Jakarta adalah Bandung, Semarang, Surabaya, Serang, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Medan, Kendari, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Denpasar, dan Batam.



Simak Video "Hati-hati! Obat Penyakit Diabetes Paling Banyak yang Dipalsukan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/frp)