Senin, 02 Sep 2019 08:09 WIB

Bukan Soal Efek ke Tubuh, Ini Bahaya Obat Kedaluwarsa yang Sesungguhnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Obat kedaluwarsa kerap disalahgunakan untuk menjadi bahan baku obat palsu (Foto: iStock) Obat kedaluwarsa kerap disalahgunakan untuk menjadi bahan baku obat palsu (Foto: iStock)
Jakarta - Seperti produk lain, obat juga punya tenggat waktu masa pemakaian yang disebut tanggal kadaluwarsa. Obat yang sudah kadaluwarsa seharusnya tak lagi disimpan atau dikonsumsi.

Namun, obat kadaluwarsa masih mudah ditemukan di lingkungan umum. Kasus obat ilegal dan pemberian vitamin di Puskesmas di Jakarta Utara bisa jadi contohnya. Dengan kondisi ini, seberapa bahayanya jika sampai dikonsumsi?

"Bahaya minum obat kadaluwarsa bergantung pada bentuk sediaan dan stabilitas zat aktif. Untuk zat yang cenderung stabil dampaknya mungkin minim. Namun yang tahu hal ini hanya apoteker dan laboran, sehingga disarankan minum obat yang belum kadaluwarsa," kata Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah, Minggu (1/9/2019).



Nah terus apa dong risiko sesungguhnya? Beberapa waktu lalu, sejumlah apotek di Jakarta dan sekitarnya 'kecolongan' obat palsu. Setelah diusut, bahan baku obat-obat palsu tersebut adalah obat kedaluwarsa yang dipungut lalu dikemas ulang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, sangat tidak dianjurkan menyimpan obat-obat yang sudah kedaluwarsa. Namun bukan berarti boleh dibuang begitu saja, melainkan dihancurkan terlebih dahulu agar tidak disalahgunakan.

Perlu diperhatikan juga, sampah obat juga bisa berdampak pada kesehatan lingkungan. Lebih disarankan untuk membuangnya di tempat-tempat khusus di apotek, atau dikembalikan ke rumah sakit.



Dampak minum obat kadaluwarsa mungkin tak langsung mengancam nyawa. Namun Edi mengatakan, konsumsi obat lewat masa pakai tetap berisiko bagi kesehatan pasien. Misal, penyakit yang tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat teratur.

Terkait sediaan yang lebih stabil, obat berbentuk tablet cenderung tidak mudah berubah daripada yang lain. Sedangkan untuk contoh zat aktif yang cenderung stabil adalah piridoksin atau biasa dikenal dengan vitamin B6.



Simak Video "Hati-hati! Obat Penyakit Diabetes Paling Banyak yang Dipalsukan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)