Senin, 02 Sep 2019 14:36 WIB

Kasus-kasus Kekerasan Karena 'Bisikan Gaib' Seperti Ibu Bunuh Bayi di Bandung

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi pembunuhan. Foto: detik Ilustrasi pembunuhan. Foto: detik
Jakarta - Kasus pembunuhan bayi perempuan berusia tiga bulan di Bandung menghebohkan masyarakat. Pasalnya, ibu kandungnya sendiri, inisial FM (29), lah yang membunuh. Satu pisau dapur telah disita sebagai barang bukti.

Tersangka FM mengaku kepada polisi mendapat bisikan gaib sebelum membunuh buah hatinya itu. Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung masih mendalami kasus pembunuhan tersebut.

"Yang bersangkutan mengaku mendapat bisikan (gaib), 'kamu belum siap untuk urus anak. Makanya kamu bunuh saja, kamu kirim ke surga'," kata Wakasatreskrim Polrestabes Bandung Kompol Suparma menirukan ucapan tersangka FM seperti yang diberitakan detikcom, Senin (2/9/2019).

Nyatanya, kasus pembunuhan akibat adanya 'bisikan' bukan sekali ini terjadi. Sebelum-sebelumnya, sudah ada deretan kasus serupa. Berikut detikHealth rangkum dari pemberitaan detikcom.

1. Kasus penusukan di halte TJ

Seorang pria bernama Sudirman ditetapkan menjadi tersangka setelah melakukan aksi penusukan penumpang di Halte TransJakarta BKN, Cililitan, Jakarta Timur. Kepada polisi, Sudirman mengaku mendapat bisikan.

"Iya menurut dia ada roh yang membisiki dia, 'yang dilakukan orang di samping mengangkat kaki itu adalah penghina terhadap diri kamu', itu yang memicu dia melakukan itu," jelas Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin AR, Kamis (14/3/2019).

Sudirman mengaku pembisik itu adalah 'kembaran' dirinya. 'Kembarannya' itu, kata Sudirman ke polisi, membisikinya bahwa korban Eric sudah menghina dirinya karena mengangkat kakinya. Akibatnya, satu orang laki-laki mengalami luka tusuk parah di pahanya.



2. Kasus penembakan dr Letty

Kasus kekejaman dr Ryan Helmi yang menembak istrinya, dr Letty, seorang dokter di sebuah klinik di Jakarta Timur hingga nyawanya melayang menarik perhatian banyak pihak. Menurut keterangan polisi, pelaku mengaku melakukan penembakan itu dikarenakan adanya suatu 'bisikan'.

"Sementara ini yang bersangkutan mengaku ada bisikan untuk membunuh istrinya," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (9/11/2017).

Pada Selasa (7/8/2018), dr Helmi divonis hukuman seumur hidup karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan pembunuhan berencana dan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki senjata api.



3. Kasus AS bunuh ibu dan istri

Seorang pria berinisial AS dari Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon tega membunuh ibu dan istrinya pada Sabtu (2/9/2017) lalu. Perilaku kejamnya ini dilatarbelakangi adanya 'bisikan halus' yang didengar pelaku.

"Beberapa hari sebelum membunuh, pelaku ini sering mengucapkan mantra. Katanya mendapatkan bisikan halus untuk menumpahkan darah," kata Kasat Reskrim Polres Cirebon, AKP Reza Arifian pada waktu itu.

Selain ibu dan istrinya, kedua anaknya pun menjadi korban tidak keji pelaku. Keduanya mengalami luka yang cukup serius.



4. Kasus Brigadir Petrus mutilasi anaknya

Kasus pada tahun 2016 yang terjadi di Kalimantan Barat ini menyita perhatian banyak pihak. Pasalnya, seorang anggota polisi, Brigadir Petrus di Sat Intelkam Polres Melawi ini memutilasi kedua anaknya.

Petrus mengaku melakukan tindakan tersebut karena adanya 'bisikan'. Ia diduga mengidap gangguan kejiwaan yaitu skizofrenia.



5. Kasus MR yang bunuh adik sendiri

Tersangka berinisial MR mengaku mendapatkan suatu 'bisikan' yang diakuinya berasal dari jin untuk menghabisi nyawa adiknya, Mariska Putri pada 7 Juni 2015 lalu.

"Pada saat itu, pengakuan tersangka, dia mengaku tiba-tiba mendapat bisikan jin 'ini saatnya...ini saatnya. Kamu bunuh adikmu sekarang, kalau tidak kamu dan keluargamu akan mati'," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKBP Sutarmo seperti yang diberitakan detikcom.



Simak Video "Para Pengidap Skizofrenia Ini Justru Jenius"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)