Senin, 02 Sep 2019 16:10 WIB

Dokter Temukan 57 Butir Timah Misterius di Usus Buntu Bocah 8 Tahun

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi usus buntu. Foto: Getty Images Ilustrasi usus buntu. Foto: Getty Images
Jakarta - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di Australia diduga mengalami keracunan timbal dan logam dalam darahnya selama lebih dari dua tahun. Alasannya pun tidak dapat dijelaskan oleh medis.

Dokter menemukan kadar timbal dalam darah bocah itu berkisar dari 17,4 hingga 27,4 mikrogram per desiliter, jauh lebih tinggi daripada kadar normal yaitu 5 mikrogram per desiliter. Namun dokter tidak menemukan apa penyebabnya, baik dari makanan atau sesuatu yang dihirup atau disentuhnya selama berbulan-bulan.

Dikutip dari Live Science, para dokter melakukan pemindaian sinar X pada bocah itu. Pemindaian menunjukkan sejumlah besar benda berbentuk bulat di perut bocah itu. Benda yang tampak seperti logam ada di sisi kanan bawah perut, sepertinya di dalam saluran pencernaan.

Bocah itu pun diberikan obat pencuci untuk membersihkan benda apapun di saluran pencernaan, namun benda itu tidak bergerak. Dokter pun beranggapan bahhwa butiran logam itu ada di usus buntu.



Setelah menjalani operasi, usus buntu bocah itu pun diangkat. Usus buntu bocah itu lebih berat lima kali lipat dari biasanya. Ketika dibuka, dokter menemukan 57 butir timah yang terperangkap di dalamnya.

"Ini salah satu hal yang hanya Anda lihat sekali seumur hidup. Saya sudah dalam dunia kedokteran selama hampir 40 tahun sekarang, dan belum pernah melihat yang seperti ini," kata ahli patologi yang memeriksa bocah itu, dr Ibrahim Zardawi.

dr Zardawi mengatakan, sangat tidak mungkin ada butiran timah di usus buntu seseorang, biasanya yang bersarang di sana adalah biji-biji buah kecil, seperti tomat. Namun setelah diselidiki, bocah itu dan saudara-saudaranya mengaku bahwa memakan butiran timah itu karena sebagian dari permainan yang mereka mainkan.

Butiran timah itu mengandung timbal yang sangat beracun bagi manusia. Begitu berada di dalam tubuh, timbal bersirkulasi dalam darah dan sejumlah kecil dapat diekskresikan melalui urine atau feses, tetapi beberapa dapat tetap berada di jaringan, organ, dan tulang. Gejala keracunan timbal yang parah termasuk kebingungan, kejang, koma dan kematian.

"Mengonsumsi satu butir timah saja sudah cukup membuat anak sakit parah," tegas dr Zardawi.

Kasus ini pun dilaporkan dalam jurnal New England Journal of Medicine.



Simak Video "Mau Punya Otot Perut Seperti Diva? Ini Caranya!"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)