Selasa, 03 Sep 2019 13:36 WIB

Soal Naiknya Iuran BPJS Kesehatan, Menkes Minta 'Dimengerti'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan memicu kontroversi (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Kenaikan premi BPJS Kesehatan memicu reaksi dari masyarakat. Sebagian setuju tapi tak sedikit yang menolak kenaikan karena dirasa memberatkan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek menuturkan agar masyarakat lebih bisa mengerti keputusan kenaikan premi BPJS Kesehatan. Sebab telah banyak orang yang terbantukan dengan adanya asuransi kesehatan berbasis gotong royong tersebut.

"Nggak ditolak ya, saya kira juga harus dimengerti oleh masyarakat. Memang BPJS bisa membuktikan bahwa kita ini banyak yang sakit jadi banyak yang diobati sedangkan penerimaannya tidak sesuai dengan pengeluaran. Itu harus yang dimengerti betul," tutur Menkes.

Memang BPJS bisa membuktikan bahwa kita ini banyak yang sakit jadi banyak yang diobati sedangkan penerimaannya tidak sesuai dengan pengeluaran. Itu harus yang dimengerti betul.Nila F Moeloek - Menteri Kesehatan RI


Menkes menambahkan sampai tahun 2018, terdapat 233,5 juta penduduk yang memanfaatkan fasilitas kesehatan dan masyarakat dan yang dibantu iurannya oleh pemerintah atau PBI sebanyak 96,8 juta jiwa.

"Kan pemerintah memberikan 96,8 juta jiwa yang diberikan cuma-cuma. Sebenarnya bukan gratis, pemerintah yang mengeluarkan uang untuk membayarkan mereka itupun tidak cukup. Karena itu PBI ditambah oleh pemerintah menjadi Rp 42 ribu," tambahnya.

"Tapi JKN ini azasnya gotong royong. Jadi tolong bagi yang mampu, dibantu yang tidak mampu. Makanya kelas 1, Rp 160 rb kan sekarang, kelas 2 Rp 110 jadi yang sehat membantu yang sakit," pungkasnya.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan kenaikan premi BPJS Kesehatan sebesar dua kali lipat dari yang saat ini berlaku. Hal tersebut dilakukan semata agar BPJS Kesehatan tidak lagi mengalami defisit atau tekor keuangan.

s




Simak Video "Kemenkes Bangun Infrastruktur Rantai Dingin Buat Simpan Vaksin Pfizer"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)